Friday, July 19, 2024
BerandaHukum & KriminalMengaku Ketua DPD APCSI, TM Hawari Cs Didakwa Lakukan Penipuan dan TPPU

Mengaku Ketua DPD APCSI, TM Hawari Cs Didakwa Lakukan Penipuan dan TPPU

progresifjaya.id, JAKARTA — Kepiawaian terdakwa TM Hawari bersama-sama dengan Ir. Dwi Dharma Sugari dan  Candra  Setiawan (berkas terpisah) untuk mengolah korbannya ratusan miliar lebih “nyaris” sukses dalam melakukan  kerjasama bisnis cangkang kelapa sawit, namun setelah negoisasi telah disepakati dan barang akan dikirim ke Kalimantan Timur (Kaltim) tidak pernah ada, sementara korban selaku pembeli telah mentransfer bayarannya total sebesar Rp 150 miliar lebih.

Dimana korbannya percaya dan yakin, terlebih salah seorang terdakwa TM Hawari mengaku pula sebagai Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Cangkang Sawit Indonesia (APCSI) wilayah Sumut dan Aceh.

Sebagaimana yang terungkap dalam dakwaan jaksa pengganti Doni Boy didepan majelis hakim pimpinan Togi Pardede, SH.,MH di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, belum lama ini, dikatakan, pihak Arkan Impex General Trading (AIGT) diwakili saksi Theodoros Valis selaku Presiden Direktur AIGT dan saksi Waheed Shahzad selaku General Manager AIGT mengalami kerugian sebesar Rp 150 miliar lebih oleh para terdakwa.

Awalnya, kata Doni Boy,
sekitar bulan Januari 2021 sampai Mei 2022 bertempat di wilayah hukum Jakarta Utara, melakukan pertemuan dan perkenalan antara terdakwa TM Hawari dengan Milasari Anggraini (masuk Daftar Pencarian Orang berdasarkan No.DPO/74/II/RES.2.1/2024 /Ditreskrimsus) untuk membicarakan bisnis cangkang kelapa sawit. Dimana, Milasari memberitahukan dirinya kepada TM Hawari sedang mencari cangkang kelapa sawit untuk memenuhi permintaan Arkan Impex Trading LLC dari Uni Emirat Arab

Kemudian, lanjutnya, terdakwa TM Hawari dengan Milasari Anggraini, menindaklanjuti pertemuan rapat melalui zoom meeting bersama yaitu terdakwa TM Hawari, saksi Ir.Dwi Dharma Sugari, saksi Deswan Hardjo Putra selaku Direktur PT. Bersaudara Natural Energi (PT.BNE), saksi Triswanto Direktur PT. Dwi Tunggal Sempurna (PT. DTS), Milasari Anggraini, serta pihak Arkan Impex General Trading (AIGT) diwakili saksi Theodoros Valis selaku Presiden Direktur AIGT dan saksi Waheed Shahzad selaku General Manager AIGT.

Dimana, ditambahkannya, Terdakwa TM Hawari, Ir.Dwi Dharma Sugari dan Milasari Anggraini (DPO) meyakinkan korban Theodoros Valis dan saksi Waheed Shahzad, dengan menyebut dirinya (TM Hawari) sebagai Ketua DPD APCSI wilayah Sumut dan Aceh dan mengaku mampu menyediakan cangkang kelapa sawit sesuai pesanan, serta menjanjikan transaksi jual beli cangkang kelapa sawit aman dengan jaminan Bank Garansi (BG).

Sementara itu, kata dia, terdakwa Ir.Dwi Dharma Sugari menyampaikan dirinya yang akan membantu terdakwa TM Hawari untuk menyiapkan cangkang kelapa sawit yang akan dikirim ke pihak AIGT dan ikut menyiapkan BG sebagai jaminan atas pembayaran dari pihak pembeli AIGT.

Dia tambahkan, para terdakwa membuat  grup whatsapp untuk lebih meyakinkan korban dalam berkomunikasi dan juga mengirimkan video dan foto foto seolah – olah tersedia cangkang kelapa sawit yang akan dijual atau dikirimkan ke pihak perusahaan korban dan adanya kesepakatan kerja sama jual beli cangkang kelapa sawit telah disetujui. Dimana, sebagai penjual PT. Bersaudara Natural Energi (PT. BNE), PT. Dwi Tunggal Sempurna (PT. DTS), PT. Hijau Selaras Indonesia (PT. HIS) dengan perantara PT. Borneo Oilindo Sejahtera (PT. BOS) dan pembeli Arkan Impex General Trading (AIGT).

Pesanan cangkang kelapa sawit akan dimuat pada tanggal 28 April 2022 di Pelabuhan Berau Kaltim untuk memuat 40.000 MT cangkang kelapa sawit, namun terdakwa  menghubungi pihak AIGT dan memberitahukan pelaksanaan pemuatan akan dilakukan pada tanggal 16 Mei 2022, kemudian oleh pihak AIGT mengirimkan MV Alani yang akan memuat cangkang kelapa sawit, ternyata sesampainya MV Alani di Pelabuhan Berau Kaltim ternyata cangkang kelapa sawit yang dijanjikan tidak ada.

Dikarenakan kegagalan pemuatan cangkang kelapa sawit tersebut kemudian saksi Theodoros dan Waheed melalui National Bank of Fujariah berusaha mencairkan Bank Garansi Nomor: MBG774024834522N tanggal 17 Maret 2022 dan Bank Garansi Nomor: MBG7740248345122N tanggal 24 Mei 2022 dengan permohonan ditujukan kepada Bank Mandiri, namun ternyata terhadap 2 (dua) Bank Garansi tersebut tidak terdaftar di Bank Mandiri.

Begitu juga dengan Yuki Suskinandar selaku CBC Head dan Budi Purwanto selaku Section Head yang menandatangani Bank Garansi dimaksud ternyata tidak pernah ada nama tersebut bekerja di Bank Mandiri CBC,  Jakarta Sudirman.

Akibat perbuatan terdakwa TM Hawari bersama dengan Ir. Dwi Dharma Sugari, Candra Setiawan  serta Milasara Anggraeni, mengakibatkan pihak AIGT yang diwakili oleh saksi Ega Putra  mengalami  total kerugian sebesar Rp 150 miliar lebih.

Atas perbuatan para terdakwa tersebut, kata Doni Boy,  sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP tentang penipuan, dan pidana dalam Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP. (ARI)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru