Saturday, June 15, 2024
BerandaNusantaraPara Petinggi Polri Berkurban di Ponpes Nurul Falah

Para Petinggi Polri Berkurban di Ponpes Nurul Falah

progresifjaya.id, LEBAK – Para petinggi Polri berkurban di Pondok Pesantren Nurul Falah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten. Menurut data yang diterima dari panitia kurban Ponpes Pimpinan KH Ahmad Rafiudin tersebut, petinggi Polri yang menyalurkan hewan kurban yakni Kapolri Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo, Irwasum Polri Komisaris Jenderal Polisi Drs. H Ahmad Dofiri.

Lalu, Kapolda Banten. Irjen Pol Prof Dr Rudy Heriyanto Adi Nugroho, Kepala BNPT Periode 2020-2023, Komjen Pol (Purn) Dr Boy Rafli Amar, Irjen Pol Marthinus Hukom, Brigjen Aan Suhana (Korlantas Mabes Polri), Brigjen Dwi Gunawan dan Brigjen Budi Yuwono dari Mabes Polri.

“Iya, sejumlah petinggi Polri menyalurkan hewan kurban di Ponpes Nurul Falah, kita tentu hanya menyalurkan saja kepada masyarakat. Karena ini titipan, maka kami harus mendistribusikannya kepada masyarakat, apalagi di hari raya Idul Adha ini, momen yang pas untuk saling berbagi,” kata KH Ahmad Rafiudin di sela-sela acara penyembelihan hewan kurban di lingkungan Ponpes Nurul Falah, Kamis (29/06/2023).

Kata KH Ahmad Rafiudin, tidak hanya dari petinggi Polri saja, akan tetapi hewan kurban yang diperuntukan warga sekitar pesantren juga berasal dari kalangan lainnya, semisal Direktorat Pajak, Kejari Malang, Edy Winarko, dan perusahaan lainnya.

KH Ahmad Rafiudin menjelaskan, jumlah hewan kurban yang berada di Ponpes Nurul Huda berjumlah 21 satu ekor, yang terdiri dari 6 ekor sapi, 2 ekor kerbau dan 13 ekor Kambing. Dari jumlah tersebut, kata dia, panitia membagikan kepada masyarakat sekitar 1.500 kantong yang berisi satu kilogram daging.

“Kita bikin 1500 kantong, dengan berat masing masing satu kilogram. Kita berharap warga sekitar bisa memakan daging di Hari Raya Idul Adha 1444 H ini,” ujar KH Ahmad Rafiudin.

Menurutnya lagi, tradisi memotong hewan kurban di lingkungan Ponpes Nurul Falah tersebut rutin dilakukan setiap Idul Adha.

“Hewan kurban itu juga berasal dari keluarga besar pesantren. Jika pun hewan hewan titipan dari pihak luar itu datang dengan sendirinya,” pungkasnya. (R. Rencong).

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru