Jumat, Desember 9, 2022
BerandaNusantaraPelaksanaan Kegiatan Petak Permanen Oleh Poktan Tunas Jaya dan Poktan Ciodeng Mandiri...

Pelaksanaan Kegiatan Petak Permanen Oleh Poktan Tunas Jaya dan Poktan Ciodeng Mandiri Berjalan Lancar

progresifjaya.id, PANDEGLANG – Program FMSRB (flood management in selected river basins) bertujuan meningkatkan, kondisi lahan pertanian di lahan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ci Danau, Ci Ujung, dan Ci Durian (C3). Untuk mengendalikan erosi dengan memperbaiki pengelolaan lahan, mengurangi laju air, dan meningkatkan pendapatan petani dari pengelolaan Daerah Aliran Sungai/agroforestry.

Kabupaten Pandeglang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan melaksanakan program FMSRB dengan kegiatan pendukung konstruksi partisipatif. Hal Demikian disampaikan Anggi Dwidarma Putra selaku Komuniti Fasilitator pada awak media, Kamis (29/9/2022).

Anggi menjelaskan program FMSRB ini adalah beberapa kegiatan yang anggarannya berasal dari dana hibah yang diberikan oleh Asian Development Bank (ADB) kepada pemerintah pusat, dan Pemerintah Pusat menghibahkan ke kabupaten-kabupaten yang ada di Provinsi Banten. Salah satunya adalah Kabupaten Pandeglang.

Selanjutnya Anggi menerangkan bahwa dalam kegiatan flood management river basins ini utamanya yaitu adalah kegiatan konservasi dan optimalisasi, juga ada kegiatan pendukung, yaitu konstruksi partisipatif. Salah satunya petak permanen.

“Nah di sini ada dua kelompok tani yang mendapatkan kegiatan petak permanen, yaitu Kelompok Tani Ciodeng Mandiri yang berada di Kecamatan Karang Tanjung, Kelurahan Juhut, Kampung Ciodeng. Dengan nama ketuanya Didi. Dan kelompok Tani Tunas Jaya yang bertempat di Kecamatan Cadasari, Desa Pasir Peteuy. Nama ketua kelompoknya Rapiudin,” ungkap Anggi.

Di sini dua kelompok tersebut mendapatkan kegiatan petak permanen, lanjutnya, yang mana kegiatan ini salah satu program FMRSB.

Poktan Ciodeng Mandiri

“Untuk dua kelompok tersebut yang mendapat kegiatan FMRSB pada tahun 2021, karena pada pedum FMRSB kelompok tani yang sudah diberikan kegiatan. Utamanya kelompok Ciodeng Mandiri dan Tunas Jaya mendapatkan kegiatan Konservasi,” kata Anggi.

Anggi menjelaskan di pedum ini kelompok tani yang mendapatkan kegiatan konservasi itu harus didukung dengan kegiatan konstruksi partisipatif yaitu kegiatan petak permanen.

“Untuk anggarannya adalah 10 juta rupiah. Kegiatan petak permanen ini membuat struktur bak penampung yang berfungsi pada lahan sekitar 1.000 meter. Bak penampung ini fungsinya untuk mengukur tingkat keerosian pada lahan tersebut. Dan fungsi petak permanen ini akan terasa kegunaannya dalam kurun waktu kurang lebih 1 atau 2 tahun ke depan,” tandasnya.

Maka kelompok tani ini bisa menandai titik lahan mana saja yang erosinya kuat. Sehingga, setelah mengetahui titik lahannya, petani bisa berupaya meminimalisir tingkat erosi lahan atau ditanam yang multiguna.

“Harapan saya, kedua kelompok tani ini setelah mendapatkan kegiatan petak permanen bisa mengetahui dan sadar akan adanya tingkat erosi dan bisa meminimalisirnya,” pungkasnya. (Dede)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru