Wednesday, June 19, 2024
BerandaBerita UtamaPelaku Perusak Surat Suara Bisa Dikenai Sanksi Pidana

Pelaku Perusak Surat Suara Bisa Dikenai Sanksi Pidana

progresifjaya.id, JAKARTA – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI buka suara soal pernyataan Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran yang menuding adanya kongkalikong antara penyelenggara pemilu dan elite parpol.

TKN diketahui menyebut pertemuan itu digelar di Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk menyusun rencana merusak surat suara jika ada pemilih yang mencoblos Prabowo-Gibran.

Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja menegaskan, apabila ditemukan adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan penyelanggara pemilu, maka lebih baik dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Selain itu, kata Bagja, Bawaslu juga terbuka membuka aduan.

“Dan yang kami inginkan, dibuka saja, dilaporkan saja kepada kami ataupun kepada DKPP jika ada indikasi sebelumnya,” kata dia di Kantor DKPP, Jakarta Pusat, Senin (29/1/2024).

Bagja lantas menegaskan, pelaku perusak surat suara bisa dikenai sanksi hukuman pidana. “Pidana yang jelas, perusakan surat suara (bisa) pidana,” ucap dia.

Awasi dan Kawal Pemungutan Suara

Sebelumnya, Prabowo mengingatkan kepada para pendukungnya untuk mengawasi dan mengawal jalannya pemungutan suara pada Pemilu 2024 yang bakal berlangsung pada Rabu 14 Februari 2024.

Sebab, Prabowo mengaku menerima laporan soal rencana perusakan surat suara pada proses pemungutan suara mendatang.

“Saudara-saudara sekalian kami mendapat laporan, mendapat informasi ada rencana mau merusak surat-surat suara. Jadi sesudah nyoblos dijaga dan dilihat jangan sampai surat suara dirusak,” kata Prabowo dihadapan ribuan pendukung yang memadati Kawasan Simpang Lima Semarang pada Minggu, 28 Januari 2024.

Capres nomor urut dua ini mengingatkan agar pendukungnya mengawasi sampai penghitungan suara selesai di TPS-TPS. Sehingga, tak ada kecurangan-kecurangan yang terjadi pada proses pemungutan suara.

“Sesudah nyoblos jangan pulang, tunggu sampai hitungan selesai,” kata Prabowo.

Sementara itu, TKN juga menyebut ada rencana upaya kecurangan dengan modus perusakan surat suara di Jawa Tengah. Upaya itu disebutkan Wakil Ketua TKN Habiburokhman akan dilakukan dengan melibatkan pihak penyelenggara pemilu di tingkat panitia pemungutan suara (PPS).

Habiburokhman mengatakan, upaya tersebut yakni mendorong penyelenggara pemilu merusak surat suara pemilih paslon Prabowo-Gibran serta beberapa partai. Hal ini dimaksudkan untuk memenangkan paslon dan partai tertentu. (Red)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru