Sunday, July 21, 2024
BerandaEkonomi & BisnisPelaku UMKM Lebak Mampu Tumbuhkan Ekonomi Keluarga

Pelaku UMKM Lebak Mampu Tumbuhkan Ekonomi Keluarga

progresifjaya.id, LEBAK – Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mampu menumbuhkan ekonomi keluarga sehingga dapat mewujudkan kesejahteraan.

“Kami mampu melanjutkan pendidikan kedua anak hingga perguruan tinggi dari hasil produksi camilan keripik bawang dan stik,” kata Raminah, seorang pelaku UMKM Kabupaten Lebak, yang mempromosikan produk keripik bawang dan stik di Alun-alun Rangkasbitung, Kamis (16/11/2023).

Produksi camilan keripik bawang dan stik dirintis sejak tahun 2013 hingga kini masih bertahan, karena permintaan konsumen relatif lumayan.

Bahkan, produksi makanan camilan tersebut, selain dipasarkan di wilayah Rangkasbitung dan sekitarnya juga ke daerah lain melalui pemasaran secara online.

“Kami bisa menghasilkan omzet pendapatan cukup besar,” kata Raminah sambil merahasiakan nilai keuntungan usaha.

Menurut dia, pihaknya memasarkan keripik bawang itu dijual Rp17 ribu per kemasan dan stik Rp10 ribu per kemasan.

Produksi usaha itu, kata dia, bisa meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga juga dua anaknya bisa melanjutkan pendidikan di UGM Yogyakarta jurusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dan Politeknik Serang.

Bahkan, Januari 2024 anak pertama diwisuda dari UGM Yogyakarta.

“Setelah suami meninggal tahun 2013, kami bekerja keras untuk menjadi pelaku UMKM, sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga,” ucapnya.

Begitu juga Rudi, seorang pelaku UMKM di Kabupaten Lebak mengatakan pihaknya sudah 12 tahun memproduksi roti dan dapat menyerap belasan tenaga kerja lokal.

Produksi roti yang diberi label Super Giok memiliki beberapa jenis seperti tawar manis serta aneka rasa lainya itu dipasarkan di wilayah Banten.

Produksi roti dengan bahan baku terigu sebanyak 250 kilogram per hari atau 2000 potong dan omzet rata-rata Rp5 juta per hari serta keuntungan sekitar 10 persen setelah harga terigu Rp240 ribu dari sebelumnya Rp160 ribu/karung.

“Kami memproduksi usaha roti itu guna meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga  itu,” tutur Rudi.

Sementara itu, Sekertaris Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak, Imam Suangsa mengatakan, saat ini pelaku UMKM tumbuh dan berkembang sehingga mampu menumbuhkan ekonomi keluarga.

Berdasarkan data hasil penyaluran bantuan modal yang digulirkan pemerintah tahun 2022 dengan nilai nominal Rp3,6 juta  mencapai 160 ribu lebih UMKM.

“Kami komitmen memberikan pelatihan – pelatihan produksi juga bantuan kemasan, sertifikasi halal, barcode dan promosi pemasaran bagi pelaku UMKM guna membangkitkan ekonomi masyarakat,” imbuhnya. (R. Rencong)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru