Sunday, July 21, 2024
BerandaTNI/PolriPemahaman Manajemen Resiko untuk Mewujudkan Good Goverment yang Lebih Baik

Pemahaman Manajemen Resiko untuk Mewujudkan Good Goverment yang Lebih Baik

progresifjaya.id, JAKARTA – Pemahaman manajemen resiko sangat penting bagi Koopsud I dan jajaran guna mewujudkan good goverment yang lebih baik, memberikan dasar yang kuat dalam pengambilan keputusan dan perencanaan, meningkatkan efektivitas alokasi dan efisiensi penggunaan sumber daya organisasi.

Demikian penekanan Pangkoopsud I Marsekal Muda TNI Mohammad Nurdin saat Pembukaan Bimtek tentang Manajemen Resiko kepada personel Jajaran Koopsud I di ruang Yudha Makoopsud I, Senin, 5 Februari 2024.

Acara Bimbingan Teknis Penerapan Manajemen Resiko penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) yang berlangsung selama dua hari dari tanggal 5-6 Februari 2024 dengan menghadirkan Tim Nara Sumber dari Itjenau dan dilaksanakan secara tatap muka dan vicon bagi personel jajaran Koopsud I.

Bimtek Manajemen Risiko diselenggarakan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) bahwa kepala satuan kerja TNI AU wajib melakukan pengendalian atas penyelenggaraan kegiatan pemerintah melalui penerapan unsur-unsur SPIP yang meliputi lingkungan pengendalian, penilain resiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan pengendalian intern.

Pangkoopsud I mengawali sambutannya mengucapkan selamat datang kepada Tim Nara Sumber dari Itjenau yang diketuai oleh Irutpers Itum Itjenau, Kolonel Adm Yusana Hadi, S.Sos., M.Si., CRMA, beserta rombongan, dengan harapan sosialisasi Bimbingan Teknis tentang Manajemen Resiko kepada personel jajaran Koopsud I berjalan sukses dan lancar serta dapat mencapai hasil yang diharapkan.

Lebih lanjut Marsda TNI Mohammad Nurdin mengatakan bahwa Manajemen Risiko adalah sebagai suatu metode kegiatan yang terencana dan terukur untuk mengelola dan mengendalikan risiko yang berpotensi mengancam keberlangsungan dan pencapaian tujuan organisasi yang mana dapat tercapai melalui pelaksanaan program kerja yang dilaksanakan dengan memperhatikan peta resiko melalui Bimbingan Teknis.

Acara pembukaan Bimtek manajemen resiko dihadiri oleh Irkoopsud I Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto, M.Han. dan para pejabat utama Koopsud I. (Ndy/Penkoopsud I)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru