Saturday, June 15, 2024
BerandaKesehatanPemkab Lebak Minta Dana Desa Dapat Dimanfaatkan untuk Penanganan Stunting

Pemkab Lebak Minta Dana Desa Dapat Dimanfaatkan untuk Penanganan Stunting

progresifjaya.id, LEBAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, meminta dana desa dapat dimanfaatkan untuk penanganan percepatan stunting atau kekerdilan akibat gagal tumbuh yang dialami anak-anak usia bawah lima tahun.

“Kita meyakini pemanfaatan dana desa secara tepat sasaran dapat menurunkan percepatan kasus stunting,” kata Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Lebak Hj Tuti Nurasiah saat menggelar Rapat Petunjuk Teknis (Juknis) Pemanfaatan Dana Desa di Lebak, Jumat (12/1/2024).

Pemerintah Kabupaten Lebak bekerja keras untuk menurunkan percepatan kasus stunting yang ditargetkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tahun 2024 sekitar 14 persen.

Penurunan percepatan kasus stunting itu untuk menyiapkan generasi emas tahun 2045, sehingga anak balita yang lahir sekarang harus terbebas dari tengkes.

Dengan demikian, pihaknya menggelar rapat juknis penggunaan dana desa dengan melibatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) setempat. Pemanfaatan dana desa memiliki keberpihakan pada upaya percepatan penurunan kasus stunting.

Sebab, pemanfaatan penggunaan dana desa tahun lalu belum menyentuh dan tidak tepat sasaran untuk percepatan penurunan stunting.

Karena itu, pihaknya berharap pemanfaatan dana desa bisa menyentuh untuk percepatan penurunan kasus stunting dengan memberikan pelatihan terhadap Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) desa setempat.

Pelatihan itu, kata dia, nantinya mampu menangani kasus stunting maupun keluarga resiko stunting (KRS) dengan memberikan edukasi pencegahanya.

Selain itu juga aneka memberikan bantuan aneka makanan beragam untuk pemulihan gizi anak dan ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronik (KEK) agar melahirkan tidak stunting.

“Kami optimistis pemanfaatan dana desa bagian garda utama agar tidak ada lagi kasus stunting baru,” kata Hj Tuti.

Ia mengatakan, pihaknya mengapresiasi jumlah anak yang mengalami stunting di Kabupaten Lebak sampai Desember 2023 sesuai data nama dan alamat (by name and by address) tercatat 3,65 persen atau 3.788 balita. Sedangkan, berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) prevalensi anak stunting di Lebak sebesar 26,2 persen.

“Kami optimistis percepatan penurunan stunting di Lebak bisa di bawah 14 persen 2024, karena secara by name by address sudah mencapai 3,65 persen,” kata Tuti.

Sumi (35), warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mengatakan perkembangan anaknya yang positif teridentifikasi stunting kini sudah membaik dengan bertambahnya berat badan, bahkan anaknya kini banyak bermain dan ceria serta nafsu makan.

“Kami terbantu adanya bantuan aneka makanan bergizi juga pemeriksaan kesehatan dari pemerintah juga penimbangan di posyandu secara rutin sehingga perkembangan kesehatan anaknya itu cukup baik,” kata Sumi. (R. Rencong)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru