Monday, April 22, 2024
BerandaMegapolitanPemko Jaksel Beri Sanksi 168 Perusahaan Abaikan Protokol Kesehatan

Pemko Jaksel Beri Sanksi 168 Perusahaan Abaikan Protokol Kesehatan

progresifjaya.id, JAKARTA – Pemerintah Kota Administrasi (Pemko) Jakarta Selatan memberikan sanksi kepada 168 perusahaan mulai dari teguran tertulis dan pemantauan ketat karena tidak menerapkan protokol kesehatan pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi Fase II terkait pademi COVID 19.

Wakil Walikota Jakarta Selatan, Isnawa Adji, mengungkapkan jumlah tersrbut hasil dari inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan Suku Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi Jakarta Selatan.

Dijelaskan Isnawa Adji yang juga ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jakarta Selatan, kegiatan sidak yang dilakukan untuk mengetahui sejauhmana protokol kesehatan dilaksanakan perusahaan yang ada di wilayah Jakarta Selatan.

Hasilnya, tambah dia, selama periode tanggal 29 Juni hingga 14 Juli 2020
ada sebanyak 271 perusahaan yang disidak petugas.

Di antaranya sebanyak 168 perusahaan tercatat belum menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 seperti yang diatur dalam aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi Fase II.

“Banyak juga perusahaan yang sudah menerapkan protokol kesehatan,’ katanya Rabu (15/7).

Menurutnya, perusahaan yang melanggar tersebut masih belum menerapkan pengaturan shiftkerja, membuat pakta integritas dan menyiapkan Gugus Tugas COVID-19.

Ditegaskannya, perusahaan yang mengabaikan protokol kesehatan tersebut, diberikan sanksi berupa teguran tertulis dan akan terus dipantau selama dua pekan ke depan.

“Sanksi sesuai aturan masa PSBB Transisi Fase II,” katanya.

Kepala Sudin Nakertrans dan Energi Jakarta Selatan, Sudraja, mengakui
temuan ini diperoleh berdasarkan hasil inspeksi mendadak yang dilakukan
tujuh tim yang dibentuknya untuk mengetahui perkembangannya terkait penerapan protokol kesehatan.

“Tim ini bergerak setiap hari, yang rata-rata sekitar 20 perusahaan yang dipantau,” katanya; Rabu (15/7).

Menurutnya pemantauan yang dilakukan petugas seperti penerapan pengaturan shiftkerja, membuat pakta integritas dan menyiapkan Gugus Tugas COVID-19.

Selain, lanjutnya, menyediakan tempat cuci tangan, mengenakan masker, menerapkan physical distancing dan pengecekan suhu tubuh.

Penulis/Editor: M. Maruf

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru