Tuesday, July 23, 2024
BerandaHukum & KriminalPenyidik Resmob Polda Metro Tetapkan Satu Tersangka Lagi Kasus Pembunuhan Pengusaha Toko...

Penyidik Resmob Polda Metro Tetapkan Satu Tersangka Lagi Kasus Pembunuhan Pengusaha Toko Perabot di Duren Sawit

progresifjaya.id, JAKARTA – Penyidik Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya resmi menetapkan PA sebagai tersangka. PA adalah putri kandung pengusaha toko perabot bernama Syafri (55) yang tewas ditusuk oleh putri kandungnya di Duren Sawit, Jakarta Timur. Sebelumnya, penyidik sudah duluan menetapkan KS (17), kakak dari PA sebagai pelaku dan tersangka kasus ini.

Penyidik memang sudah bisa membuktikan kakak beradik, KS (17) dan PA (16) tega membunuh ayah kandungnya. Keduanya juga sudah mengaku membunuh sang ayah karena sakit hati.

“Alasannya mereka sakit hati, sering dipukuli sama korban, sering tidak dikasih makan. Kemudian juga disampaikan anak yang tidak berguna. Waktu itu juga terungkap dibilang anak haram,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, kepada wartawan, Selasa, (2/7).

Dijelaskannya, pembunuhan ini terbukti sudah direncanakan oleh keduanya. Sang kakak, KS membujuk adiknya, PA untuk ikut membunuh ayahnya.

“Terungkap fakta sementara, alasan mereka melakukan perencanaan pembunuhan ini terutama dari anak KS ya, kakaknya. Dia bilang ke adiknya, Anak PA, ‘Nanti kamu melakukan ini, saya melakukan ini’,” kata Kombes Pol Ade Ary.

Saat pembunuhan  terjadi pada Minggu, (22/6), PA terbukti memukul ayahnya dengan papan cucian sebanyak dua kali kemudian dilanjutkan oleh KS dengan menusukkan pisau sebanyak dua kali.

“Pisau dapur dan kayu papan cucian sudah disita oleh penyidik. Ada bekas darah di sana. Dilakukan pemeriksaan secara laboratoris, sudah dicek. Itu identik dengan darah korban,” katanya lagi.

Baik KS maupun PA kini sudah diamankan di Polda Metro Jaya. Kejiwaan keduanya juga akan diperiksa oleh penyidik. Saat ini, tengah dilakukan observasi psikiatrikum di Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk mendalami kesehatan mental psikologis, kejiwaan mereka.

Dikatakan Kombes Pol Ade Ary lagi, akibat perbuatan pembunuhan berencana yang dilakukan kepada ayah kandungnya, baik KS maupun PA sudah dikenakan pasal berlapis. Mereka dijerat dengan Pasal 340 KUHP  tentang Pembunuhan Berencana subsider 338 KUHP tentang Pembunuhan.

“Ancaman maksimal Pasal 340 itu 20 tahun penjara. Sementara Pasal 338  ancaman maksimalnya adalah 15 tahun penjara,” Kombes Pol Ade Ary berujar.

Namun karena status keduanya anak di bawah umur, pihak kepolisian juga melibatkan stakeholder terkait. Meski sudah dilakukan penahanan, saat ini keduanya sedang dibantarkan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk jadwal observasi psikiatrikum. (Bembo)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru