Senin, Oktober 25, 2021
BerandaBerita UtamaPerguliran Usaha Pertanian Pangan di Lebak Tembus Rp 950 Miliar

Perguliran Usaha Pertanian Pangan di Lebak Tembus Rp 950 Miliar

progresifjaya.id, LEBAK – Perguliran usaha pertanian pangan di Kabupaten Lebak, Banten, menembus Rp. 950 miliiar dari luas tanam 44 ribu hektare dengan musim panen rata-rata dua kali musim per tahun.

“Sampai saat ini usaha pertanian pangan masih menjadi andalan ekonomi petani, ” kata Kepala Bidang (Kabid) Produksi Pertanian Kabupaten Lebak Irwan di Kantornya, Selasa (21/9/2021).

Para petani mengembangkan usaha pertanian pangan di pesawahan sebagian besar di areal persawahan tadah.

Mereka petani melaksanakan gerakan tanam jika curah hujan tinggi, karena tidak memiliki jaringan irigasi.

Namun demikian, produksi dan produktivitas pangan cukup tinggi dengan adanya intervensi pemerintah untuk membantu usaha pertanian pangan.

Pada tahun ini, kata dia, pemerintah menyalurkan bantuan benih bersertifikasi hijau seluas 6.450 hektare jenis infari.

Penyaluran bantuan benih tersebut untuk mendorong peningkatan produksi dan produktivitas pangan dan indeks penanaman (IP), sehingga bermuara pada kesejahteraan  petani menjadi lebih baik.

Selain itu juga petani mendapatkan bantuan peralatan mesin pertanian atau alsintan, seperti  traktor dan pompa air hingga peningkatan teknologi pertanian.

Saat ini, produktivitas pangan meningkat dari rata- rata 5,5 ton gabah kering giling (GKG) per hektare kini menjadi 6.0 ton GKG per hektare.

“Jika produktifitas pangan 6.0 ton GKG per hektare dengan harga Rp5. 000/kg maka diakumulasikan pendapatan ekonomi petani Rp30 juta per hektare,” ujarnya.

Menurut dia, pendapatan petani sebesar itu selama empat bulan tentu dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga petani.

Dengan demikian, pemerintah daerah terus mendorong usaha pertanian pangan dapat menyerap tenaga kerja juga mampu mengatasi kemiskinan ekstrem.

Selama ini, usaha pertanian di Kabupaten Lebak menjadikan lumbung pangan di Provinsi Banten, bahkan menyumbangkan ketersediaan pangan nasional sekitar empat persen.

“Kami terus meningkatkan produksi pangan karena memberikan nilai tambah umur ekonomi petani juga ketersediaan pangan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Suka Bungah Desa Tambak Baya Kabupaten Lebak. Iikk Adharudin mengatakan usaha pertanian pangan di wilayahnya mampu memasok beras ke sejumlah pasar tradisional di Banten sebanyak 30 ton setara beras.

Dari 30 ton itu, kata dia, menghasilkan pendapatan ekonomi Rp.240 juta dengan harga Rp.9000/kg.

“Saya kira pendapatan ekonomi petani di sini rata-rata Rp.5 juta per bulan, dari 110 anggota petani,” tukasnya.

Penulis: R. Rencong

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru