Minggu, November 28, 2021
BerandaPendidikanPeringatan Hari Santri Nasional, Santri Berkomitmen Jaga Persatuan dan Kesatuan NKRI

Peringatan Hari Santri Nasional, Santri Berkomitmen Jaga Persatuan dan Kesatuan NKRI

progresifjaya.id, DEPOK – Peringatan Hari Santri nasional tanggal 22 Oktober 2021 yang diadakan di Pondok Pesantren Al Kharimiyah Sawangan berlangsung sederhana dan khidmat, ditandai dengan drama kolosal perjuangan kaum santri ketika kemerdekaan dahulu, peragaan perang kemerdekaan di Surabaya.

Petistiwa ini menjadi momentum peringatan Hari Santri Nasional yang diselenggarakan puluhan santri di pondok pesantren Al Kharimiyah Sawangan, Jumat (22/10/2021).

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Depok Haji Asmawi menjelaskan, kegiatan peringatan Hari Santri Nasional tahun ini diselenggarakan di seluruh pondok pesantren yang ada di kota Depok.

Tercatat lebih dari 109 pondok pesantren yang ada di bawah naungan Kementerian Agama kota Depok melaksanakan kegiatan peringatan hari santri nasional, baik secara langsung maupun secara daring.

Ditambahkan, peringatan ini sesuai dengan edaran Kementerian Agama Republik Indonesia kepada seluruh jajaran pesantren di Indonesia.

Asnawi menambahkan, di Kota Depok pelaksanaan hari santri dilaksanakan di 109 pontren dengan protokol kesehatan yang ketat.

Oleh katena itu Kantor Kementerian Agama kota Depok melaksanakan kegiatan tidak secara terbuka dan massal tetapi dilakukan sederhana, dengan tidak mengurangi makna hari santri itu sendiri.

Pihaknya tidak mengumpulkan masyarakat di satu tempat tetapi dibagi ke pondok pondok pesantren yang ada di kota Depok dan juga dilakukan melalui zoom.

Tema yang pada Peringatan Hari Santri Nasional 2021 sendiri yakni ” Santri Siaga Jiwa Raga” dimana santri harus benar-benar siaga jiwa dan raga terhadap Keutuhan Negara Republik Indonesia.

Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI dari awal kemerdekaan sampai dengan saat ini.

“Mengikuti perkembangan pengetahuan bagi santri tidak perlu diragukan dan ditanya kan lagi.” tegasnya.

Asnawi menjelaskan, komitmen menjaga Persatuan dan Kesatuan Negara Republik Indonesia menjadi sangat penting, “Santri Siaga Jiwa Raganya menjadi tema tahun ini. Oleh karena itu Kemenag Kota Depok bekerjasama dengan pondok pesantren Al Kharimiyah Sawangan.” jelas Asnawi

Intinya pelaksana Hari Santri tahun ini 2021 diselenggarkan diseluruh pesantren di Kota Depok tidak disatu titik karena keadaan Covid 19.

Kepala Kantor Kementrian Agama Depok menyebutkan, jumlah pondok pesantren Kota Depok ada 109 pondok yang terdaftar di Kota Depok dan semua menyelenggarakan kegiatan Hari Santri Nasional.

Menyinggung tentang modernisasi pesantren dikota Depok, Kemenag Kota Depok menjelaskan, era digitalisasi sudah dan tengah dilakukan dengan upaya peningkatan mutu Pesantren.

“Digitalisasi menjadi keharusan dan sudah diterapkan oleh karena itu pihaknya mendorong terwujudnya Perda Pesantren agar segera dapat diwujudkan, yang pada akhirnya dapat mengalokasikan dana untuk kegiatan pesantren dan pemberdayaan pondok pesantren”, harapnya.

Haji asmawi juga mengucapan terima kasih kepada warga masyarakat yang tetap menjaga kesehatan, khususnya kepada para santri dan tetap meningkatkan kualitas pondok pesantren, dari sisi keilmuan dan sebagainya.

Sementara itu Ketua Pondok Pesantren Al Kharimiyah Doktor Kyai Haji Ahmad Damanhuri mengatakan, pelaksanaan hari santri kali ini cukup baik dan terbukti dengan kehadiran Kepala Kantor Kementerian Agama di pondok pesantren Al Kharimiyah.

“Ia menyebutkan peringatan dilaksanakan secara sederhana, dimana para santri menggambarkan perjuangan para santri dalam masa perang kemerdekaan”, jelasnya.

Kh Ahmad Damanhuri menyebutkan, pihaknya juga tengah melakukan komputerisasi dipondok pesantren. Pondok Pesantren Al karimiyah sendiri telah mendapat bantuan komputer.

Menyinggung perkembangan jaman dewasa ini dari pengaruh negatif globalisasi, Kyai Haji Ahmad Damanhuri mengatakan bahwa para santri perlu untuk meningikuti kemajuan zaman tersebut, dengan tetap menanamkan akhlak yang baik.

Kyai Haji Damanhuri berpesan kepada para santri pesantren untuk belajar sampai dengan selesai dan selanjutnya mengimplentasikan ilmunya kepada  masyarakat.

Saat ini ada sekitar 700 santriwan dan santriwati yang tengah mondok.

Penulis: Agus Tanjung

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru