Kamis, Februari 22, 2024
BerandaBerita UtamaPetani Keluhkan Kelangkaan Pupuk Subsidi, Pj Bupati Majalengka Dedi Supandi Sidak ke...

Petani Keluhkan Kelangkaan Pupuk Subsidi, Pj Bupati Majalengka Dedi Supandi Sidak ke Kios Pupuk

progresifjaya.id, MAJALENGKA – Sejumlah petani di beberapa wilayah di Kabupaten Majalengka kembali mengalami kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi, sedangkan mereka pada saat ini sudah memasuki masa tanam dan pemupukan tahap pertama.

Kelangkaan pupuk bersubsidi tersebut karena kuota pupuk subsidi untuk wilayah Kabupaten Majalengka mengalami pengurangan dari pemerintah pusat.

Untuk mengecek kelanggakaan pupuk, Pj Bupati Majalengka H. Dedi Supandi di dampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) langsung sidak ke kios pupuk yang ada di pasar Rajagaluh, Senin (14/01/2024).

Kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Majalengka di Pasar Rajagaluh menarik perhatian warga yang sedang ada di pasar tersebut.

“Saya sudah menandatangani terkait kuota kebutuhan pupuk subsidi untuk Kabupaten Majalengka, yaitu untuk pupuk urea, 44,7 ribu ton, NPK 52,6 ribu tonk, mudah – mudahan kuota tersebut bisa mencukupi pada musim tanam tahun ini,” tutur Dedi.

Menurut Dedi, kelangkaan pupuk ini bukan di Majalengka saja tapi secara nasional. Ini diakibatkan pasokan untuk pembuatan pupuk yang diimpor dari Rusia mengalami penundaan sehingga mengalami kelangkaan.

Untuk tahun 2024 ini, para petani bisa membeli pupuk bersubsidi dengan tidak menggunakan kartu tani. Hal ini berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian.

“Untuk itu, saya meminta kepada distributor, agen dan penyalur serta kios pupuk untuk selalu melayani petani dengan ketentuan yang ada, sehingga tidak menyulitkan para petani. Selain itu DKP3 dengan para penyuluhnya untuk terus mensosialisasikan mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi kepada para petani,” ujar Dedi. (Bram)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru