Rabu, Februari 21, 2024
BerandaBerita UtamaPilpres Satu Putaran Berdampak Positif bagi Perekonomian

Pilpres Satu Putaran Berdampak Positif bagi Perekonomian

progresifjaya.id, JAKARTA – Pemilihan Presiden (pilpres) 2024 diharapkan berlangsung satu putaran demi menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian baik global maupun dalam negeri.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) Anggawira. Ia menilai pilpres satu putaran membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia.

“Satu putaran ini bisa jadi salah satu hal positif untuk mengakselerasi program-program yang ada. Itu jadi harapan kami. Tren pertumbuhan ekonomi di 5% bisa makin tinggi jika uang beredar makin besar. Terobosan kebijakan finansial di pemerintahan yang baru ini jadi hal yang sangat penting,” kata Anggawira dalam acara Nongki Repnas bertajuk ‘Menakar Pilpres Satu Putaran: Sisi Ekonomi Politik dan Efisiensi Anggaran’, Senin (18/12/2023).

Selain mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, Anggawira menilai, pilpres yang berlangsung satu putaran juga dapat mempercepat program-program pemerintah yang sedang berjalan.

Dengan demikian, eksekusi program-program tersebut bisa lebih baik lagi.

“Kalau satu putaran peluang untuk mengakselerasi program-program yang ada bisa lebih cepat lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Gerakan Sekali Putaran (GSP) M. Qodari menjelaskan bahwa pilpres 2024 satu putaran bisa menghemat biaya hingga Rp17 triliun.

Uang itu nantinya bisa digunakan untuk kebutuhan yang lebih mendesak, termasuk pemberian subsidi kepada rakyat yang membutuhkan.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai September 2023 selalu berada di kisaran 5%. Pada kuartal pertama, tercatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,03%.

Perekonomian kuartal kedua pun meningkat menjadi 5,17%. Pada periode setelahnya (Juli-September) atau kuartal ketiga, perekonomian Indonesia sedikit melambat menjadi 4,94%.

Lebih jauh, secara politis, pemilu satu putaran bisa menjaga kestabilan dalam negeri dan juga meminimalisasi ancaman polarisasi di masyarakat.

Qodari khawatir ancaman polarisasi semakin besar jika putaran kedua menyajikan pertarungan antara Prabowo versus Anies Baswedan sehingga lebih baik diselesaikan dengan satu putaran.

“Saya melihat potensi polarisasi ini besar sekali karena begitu calon cuma dua, maka akan berhadap-hadapan termasuk isu primordial dan isu agama akan muncul,” kata Qodari. (Red)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru