Saturday, June 15, 2024
BerandaOlahragaPOLEMIK TENTANG KESIAPAN JIS DALAM PENYELENGGARAAN PERHELATAN PERSEPAKBOLAAN TINGKAT DUNIA

POLEMIK TENTANG KESIAPAN JIS DALAM PENYELENGGARAAN PERHELATAN PERSEPAKBOLAAN TINGKAT DUNIA

Dr.,Drs.,Mukhtadi El Harry, MM.,M.Sc (Pemerhati Masalah Sosial)

Hak, tanggung jawab, dan kewenangan terkait dengan JIS (Jakarta Internasional Stadium) yang biasanya terkait dengan Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat, dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) terhadap stadion:

  1. Pengakuan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, bersyukur FIFA menawarkan menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17 FIFA 2023. Tentunya khabar gembira disambut dengan gegap gempita oleh seluruh bangsa Indoneseia terutama para penggemar Sepak Bola.

    Muncul persoalan baru, bahwa Stadion yang sejak kelahirannya menimbulkan kontroversi, karena ada pihak yang mendukung dan sebaliknya, timbul maslah baru, perlunya renovasi, padahal JIS (Jakarta International Stadium) belum lama dibangun dan menjadi kebanggaan sebagian besar warga DKI dan Indonesia.

    Renovasi adalah hal yang wajar, apa lagi untuk menyambut perhelatan besar Piala Dunia U.17. perlunya perbaikan atau penambahan area parkir, dan penggantian rumput agar lebih bagus lagi, tapi nuansa politiknya lebih kental, diakui atau tidak karena JIS dibangun di era Gubernur DKI Bapak Anis Rasyid Baswedan yang saat ini sebagai salah satu Bacapres, yang juga nuansanya kurang seirama dengan penguasa. Jadi Renovasi JIS digoreng.

    Sebagai stadion internasional yang terletak di Jakarta, Indonesia, (JIS) Jakarta International Stadium dianggap sebagai salah satu stadion utama yang bisa menjadi tempat penyelenggaraan Piala Dunia U-17. Persiapan dan kesiapan stadion untuk menjadi tuan rumah acara sebesar Piala Dunia U-17 melibatkan kerjasama antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI).

    Biasanya, dalam persiapan penyelenggaraan acara olahraga sebesar Piala Dunia U-17, pemerintah daerah bertanggung jawab untuk memastikan infrastruktur stadion dan fasilitas pendukung lainnya memenuhi standar yang ditetapkan oleh organisasi sepak bola internasional, seperti FIFA. Pemerintah pusat juga dapat memberikan dukungan dalam hal perizinan, keamanan, dan infrastruktur yang lebih luas.

    PSSI memiliki peran penting dalam mengkoordinasikan persiapan dan menyelenggarakan acara sepak bola internasional di Indonesia. Mereka bertanggung jawab untuk memastikan bahwa stadion dan fasilitas yang akan digunakan memenuhi persyaratan FIFA dan standar penyelenggaraan Piala Dunia U-17.

    Hendaknya yang dikedepankan diskusi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan PSSI dalam konteks kesiapan JIS sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17  sebatas yang berkaitan dengan berbagai faktor, seperti:

    1. Kesiapan infrastruktur: Persiapan stadion, seperti pembaruan fasilitas, peningkatan keamanan, dan perbaikan infrastruktur pendukung, mungkin memerlukan waktu dan sumber daya yang signifikan. Polemik dapat timbul jika terjadi keterlambatan atau masalah dalam memenuhi tenggat waktu yang ditetapkan.
    2. Anggaran dan pendanaan: Persiapan acara semacam ini membutuhkan dana yang substansial. Jika ada perbedaan pendapat atau kesulitan dalam menetapkan dan memperoleh pendanaan yang cukup, hal ini bisa menyebabkan perselisihan.
    3. Koordinasi dan komunikasi: Kerjasama yang efektif antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan PSSI penting untuk memastikan persiapan yang lancar. Perlunya kesepahaman dan komunikasi yang baik antara pihak-pihak terkait agar dapat menghasilkan keputusan yang baik, jadi jangan dibawa keranah yang lain apa lagi politik, terlebih tahun 2023 adalah tahun politik, sehingga tidak menimbulkan permasalahan baru apa apa lagi ketegangan.

    HAK, TANGGUNG JAWAB DAN KEWENANGAN PEMERINTAH DAERAH, PEMERINTAH PUSAT DAN PSSI TERHADAP JIS

    Pemerintah Daerah:

Pemerintah Daerah, dalam hal ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, biasanya memiliki tanggung jawab utama terkait pembangunan, pengelolaan, dan pemeliharaan infrastruktur olahraga di wilayah mereka. Dalam konteks JIS, Pemerintah Daerah DKI Jakarta akan memiliki tanggung jawab untuk mengelola stadion tersebut. Tanggung jawab ini mencakup pengawasan terhadap operasional, keamanan, dan penyelenggaraan acara di stadion.

  1. Pemerintah Pusat:

Pemerintah Pusat, melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga atau badan terkait lainnya, memiliki peran penting dalam mengatur dan mengawasi bidang olahraga di tingkat nasional. Mereka dapat memberikan bantuan dan pengawasan terhadap stadion yang memiliki status nasional, seperti JIS. Pemerintah Pusat juga dapat terlibat dalam perizinan, regulasi, dan kebijakan terkait penyelenggaraan acara di stadion.

  1. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI):

PSSI adalah organisasi yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan pengembangan sepak bola di Indonesia. Meskipun tidak memiliki wewenang langsung terhadap infrastruktur stadion seperti JIS, PSSI memiliki peran dalam menentukan penggunaan stadion untuk pertandingan sepak bola, termasuk turnamen nasional dan internasional. PSSI dapat bekerja sama dengan Pemerintah Daerah atau Pemerintah Pusat untuk mengatur persyaratan penyelenggaraan acara di stadion tersebut.

KEBERADAAN JIS

JIS (Jakarta Internasional Stadion) adalah sebuah kompleks stadion olahraga yang terletak di Jakarta, Indonesia. Stadion ini merupakan salah satu stadion terbesar dan termodern di Asia Tenggara.

Ada  sepuluh aspek penting mengenai JIS.

  1. Sejarah: JIS didirikan pada tahun 2018 sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur olahraga di Indonesia. Proyek ini berfokus pada pembangunan stadion sepak bola dan atletik yang memenuhi standar internasional.
  2. Lokasi: JIS terletak di daerah Jakarta. Keberadaan stadion ini memudahkan akses bagi para penonton dan atlet karena terletak di area yang strategis dan terhubung dengan transportasi umum.
  3. Kapasitas: Stadion ini memiliki kapasitas sekitar 80.000 tempat duduk. Dengan kapasitas yang besar, JIS dapat menjadi tuan rumah acara olahraga skala besar, termasuk pertandingan sepak bola internasional dan konser musik.
  4. Desain: Desain JIS sangat impresif, dengan atap kubah yang modern dan fasilitas penunjang yang lengkap. Stadion ini juga dilengkapi dengan teknologi terbaru, termasuk sistem pencahayaan LED dan layar jumbotron yang besar.
  5. Fasilitas: Selain lapangan utama, JIS juga dilengkapi dengan lapangan latihan, kolam renang, pusat kebugaran, dan ruang konferensi. Fasilitas ini menjadikan stadion ini sebagai tempat yang ideal untuk berbagai jenis olahraga dan acara.
  6. Keamanan: JIS dilengkapi dengan sistem keamanan modern, termasuk kamera pengawas dan pintu masuk yang termonitor. Keamanan penonton dan peserta acara menjadi prioritas utama, dan JIS memiliki prosedur yang ketat untuk menjaga keamanan selama acara.
  7. Penggunaan multifungsi: JIS dirancang untuk menjadi tempat yang multifungsi, tidak hanya untuk olahraga, tetapi juga untuk acara hiburan dan budaya. Stadion ini sering digunakan untuk konser musik, acara pameran, dan pertunjukan seni lainnya.
  8. Lingkungan berkelanjutan: JIS juga dikenal karena komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan. Stadion ini menggunakan teknologi ramah lingkungan, seperti penggunaan energi terbarukan dan pengelolaan limbah yang efisien.
  9. Penghargaan: JIS telah mendapatkan pengakuan internasional atas desainnya yang canggih dan kontribusinya terhadap perkembangan olahraga di Indonesia. Stadion ini telah meraih beberapa penghargaan bergengsi di bidang arsitektur dan infrastruktur olahraga.
  10. Dampak sosial: Selain manfaat ekonomi yang signifikan, JIS juga memberikan dampak positif secara sosial. Stadion ini menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pariwisata, dan menjadi pusat kegiatan olahraga dan rekreasi bagi masyarakat Jakarta dan Indonesia secara umum.

Stadion ini mewakili kemajuan infrastruktur olahraga di Indonesia dan menjadi salah satu ikon penting dalam perkembangan olahraga dan hiburan di negara ini.

STANDAR FIFA

Standar FIFA tentang lapangan parkir dan rumput di stadion tidak termasuk dalam peraturan resmi yang ditetapkan oleh FIFA. Namun, FIFA memiliki pedoman dan rekomendasi terkait infrastruktur stadion yang bisa menjadi acuan bagi asosiasi sepak bola nasional dan klub-klub sepak bola di seluruh dunia.

  1. Lapangan Parkir:

FIFA mendorong stadion untuk menyediakan fasilitas parkir yang memadai untuk memenuhi kebutuhan penggemar dan peserta pertandingan. Namun, standar dan kapasitas parkir dapat bervariasi tergantung pada ukuran dan jenis stadion. Pada umumnya, stadion besar yang sering menjadi tuan rumah pertandingan tingkat internasional atau kompetisi FIFA seperti Piala Dunia FIFA biasanya memiliki area parkir yang luas untuk menampung jumlah kendaraan yang besar.

  1. Rumput:

FIFA memberikan pedoman tentang kualitas dan persyaratan lapangan rumput di stadion. Standar ini dirancang untuk memastikan kualitas yang tinggi dan kondisi yang memadai untuk permainan sepak bola. Beberapa aspek yang diperhatikan dalam pedoman FIFA termasuk kepadatan, tinggi rumput, drainase yang baik, tekstur, dan pemeliharaan rutin yang diperlukan untuk menjaga kondisi yang optimal.

FIFA merekomendasikan penggunaan rumput alami yang berkualitas tinggi seperti rumput hibrida atau rumput alami yang ditanam di atas sistem khusus yang meningkatkan daya tahan dan kualitas lapangan. Selain itu, rumput harus terawat dengan baik dan dipotong secara teratur sesuai dengan aturan yang ditetapkan.

Namun, perlu diingat bahwa standar dan pedoman ini dapat bervariasi tergantung pada tingkat kompetisi dan kategori stadion. FIFA bekerja sama dengan asosiasi sepak bola nasional dan badan pengatur untuk memastikan bahwa stadion-stadion memenuhi persyaratan yang diperlukan untuk menggelar pertandingan sepak bola dengan standar tertinggi.

KESIMPULAN

Kesimpulan dari Diskcus antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) tentang Jakarta Internasional Stadion (JIS) dalam menciptakan iklim yang baik bagi olahraga, khususnya sepak bola, di Indonesia adalah sebagai berikut:

  1. Pentingnya fasilitas olahraga yang memadai: JIS sebagai stadion internasional di Jakarta dianggap sebagai sarana yang penting untuk meningkatkan kualitas dan popularitas olahraga sepak bola di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah pusat dan daerah harus bekerja sama dengan PSSI untuk memastikan bahwa stadion ini memiliki fasilitas yang memadai untuk mengakomodasi pertandingan dan acara olahraga yang tingkatnya internasional.
  2. Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah: Discus antara pemerintah pusat dan daerah terkait pengelolaan JIS harus diselesaikan melalui kerjasama dan koordinasi yang baik. Keduanya perlu bekerja bersama untuk mengatasi perbedaan pendapat dan kepentingan yang mungkin muncul, dengan tujuan akhir menciptakan iklim yang baik untuk olahraga di Indonesia.
  3. Peran PSSI dalam pengelolaan stadion: PSSI sebagai induk organisasi sepak bola di Indonesia harus terlibat dalam pengelolaan JIS dengan baik. PSSI harus memastikan bahwa stadion tersebut memenuhi standar internasional dan dikelola dengan baik untuk mendukung perkembangan sepak bola di Indonesia.
  4. Penggunaan stadion untuk kepentingan masyarakat: JIS harus dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan masyarakat, baik dalam hal menyelenggarakan pertandingan sepak bola tingkat nasional dan internasional maupun dalam menyediakan fasilitas untuk program pengembangan olahraga yang melibatkan masyarakat secara luas. Hal ini akan membantu menciptakan iklim yang baik bagi olahraga, khususnya persepakbolaan, di Indonesia.

Dengan demikian, melalui kerjasama antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan PSSI, serta pemanfaatan JIS secara optimal, diharapkan Indonesia dapat menciptakan iklim yang baik untuk olahraga, termasuk persepakbolaan, dan mendorong peningkatan prestasi dan minat masyarakat terhadap olahraga ini.

Penting untuk dicatat bahwa peraturan dan kewenangan terkait infrastruktur olahraga dapat bervariasi tergantung pada negara dan sistem pemerintahannya. untuk merujuk pada hukum dan peraturan yang berlaku di Indonesia serta otoritas terkait yang memiliki yurisdiksi atas JIS.

Demi kepentingan bersama akan jauh lebih baik di musyawarahkan dengan semua stekholder, bukan di politisir untuk kepentingan sesaat yang justru kontra produktif bukan hanya untuk kepentingan olah raga tapi untuk kepentingan bangsa dan negara.(*)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru