Saturday, May 25, 2024
BerandaHukum & KriminalPolisi Ungkap Gamblang Kasus Mayat Wanita dalam Koper

Polisi Ungkap Gamblang Kasus Mayat Wanita dalam Koper

progresifjaya.id, JAKARTA – Kasus wanita dibunuh dan mayatnya dimasukkan ke dalam koper diungkapkan secara gamblang oleh polisi. Tersangka Ahmad Arif Ridwan Nuwloh atau AARN (29) membunuh Rini Mariany (50) karena sakit hati. Dia beralibi tega membunuh korban karena tersinggung dengan ucapan korban yang kasar dan mendesaknya untuk menikahi.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Twedi Aditya Bennyahdi dalam pernyataan resminya kepada wartawan menjelaskan, Ahmad Arif Ridwan Nuwloh membunuh Rini Mariany di kamar hotel yang ada di Bandung pada Rabu, 24 April 2024. Sebelum terjadi pembunuhan, keduanya diketahui sempat mesra dan melakukan hubungan suami istri.

“Setelah melakukan hubungan suami-istri itu baru terjadi percakapan di mana korban meminta pertanggungjawaban dari tersangka AARN, minta dinikahi. Tapi Tersangka AARN menolak,” jelas Kapolres Twedi saat melakukan jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jumat, (3/4).

Dikatakan, korban juga sempat mengeluarkan perkataan yang dianggap tersangka menyakiti perasaannya. Inilah yang membuat tersangka jadi gelap mata dan tega membunuh korban.

“Tersangka AARN menolak menikahi korban, sehingga korban mengeluarkan kata-kata yang menyakiti hati tersangka. Akhirnya tersangka gelap mata melakukan perbuatan membenturkan kepala korban ke tembok hingga berdarah, saat korban sudah tidak berdaya, tersangka membekap mulut-hidung sekaligus mencekik korban selama 10 menit untuk memastikan korban tidak bergerak dan bernapas lagi,” jelasnya lagi.

Dirrekrimum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra pada kesempatan yang sama juga mengungkapkan hal serupa. Pembunuhan, ujarnya, berawal saat korban meminta tersangka untuk menikahinya. Tapi tersangka menjawab hubungan keduanya cuma sekadar senang-senang semata.

“Korban menanyakan status hubungan mereka yakni ‘kita mau bagaimana?’ Kemudian tersangka jawab ‘ini kan cuman seneng-seneng saja. Kita sama-sama mau’,” ujar Kombes Pol Wira.

Tapi korban ketika itu tetap bersikukuh meminta pertanggungjawaban tersangka untuk menikahinya. Tersangka, terus Kombes Pol Wira, akhirnya berjanji akan menikahi korban asalkan dipinjamkan uang setoran kantor senilai Rp43 juta.

“Korban menyatakan intinya tersangka harus bertanggung jawab untuk nikahin korban. Tersangka jawab ‘kalau pinjem uang setoran ini nanti kita nikah’. Tapi korban nolak. Kemudian tersangka tanya lagi, ‘mau dinikahin atau tidak?” kata Kombes Pol Wira.

Seperti diketahui, korban adalah kasir perusahaan swasta yang bergerak di bidang industri makanan. Sedangkan tersangka bertugas sebagai auditor di perusahaan yang sama.

“Kemudian korban mengatakan, kalau dinikahin ya takut pakai uang perusahaan. Tersangka jawab, ‘saya akan tanggung jawab kalau ada apa-apa di perusahaan ini’. Mungkin karena posisinya sebagai auditor, mungkin bisa bikin laporan di perusahaan yang bisa dikondisikan oleh tersangka,” Kombes Pol Wira meneruskan penjelasannya.

“Korban jawab ‘ngapain ngurusin yang kayak gini? saya nggak ikut-ikut. saya mau setor uang. ngapain auditor kayak kamu, b***k’. Perkataan ini yang mungkin menyulut emosi tersangka dan membuatnya gelap mata membenturkan kepala korban hingga pingsan kemudian menyekap mulutnya dan mencekik 10 menit hingga korban tewas,” imbuhnya lagi.

Setelah membunuh korban, tersangka lalu merampas uang Rp43 juta milik perusahaan yang sedianya akan disetorkan korban ke bank.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi turut menambahkan, dari uang tersebut tersangka membeli koper untuk menyimpan mayat korban. Dan dari uang itu juga tersangka berencana menggelar resepsi pernikahannya yang akan berlangsung pada Minggu, 5 Mei 2024 mendatang.

Tersangka diketahui baru menikah dengan pacarnya pada 17 Maret 2024 di Tangerang. Untuk resepsi pernikahan akan digelar di Palembang, lokasi di mana akhirnya tersangka ditangkap polisi. (Bembo)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru