Minggu, November 28, 2021
BerandaHukum & KriminalPolres Lebak Ungkap Peredaran Narkoba Januari - November Sebanyak 41 Kasus dengan...

Polres Lebak Ungkap Peredaran Narkoba Januari – November Sebanyak 41 Kasus dengan 52 Tersangka

progresifjaya.id, LEBAK – Kepolisian Resor (Polres) Lebak, Polda Banten mengungkap peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) sejak Januari – November 2021 sebanyak  41 kasus dengan 52 tersangka.

“Semua tersangka narkoba itu terdiri dari atas bandar, pengedar, dan pemakai,” kata Kepala Satuan Narkoba (Kasat Narkoba) Polres Lebak Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ilman Robiana SH., di Lebak, Rabu (25/11/2021).

Mereka para tersangka narkoba kebanyakan usia produktif dan berbagai kalangan mulai pelajar, mahasiswa, oknum aparatur sipil negara (ASN) dan usia tua serta masyarakat umum.

Lebih ironisnya, para tersangka narkoba tersebut sebagian besar bandar sabu-sabu. Bahkan, petugas juga di antaranya mengamankan sabu – sabu dari  tangan bandar seberat satu kilogram.

Selain itu juga terdapat bandar sabu-sabu yang dilakukan seorang  perempuan berstatus janda warga Kecamatan Wassalam, Kabupaten Lebak yang telah diamankan beberapa bulan yang lalu.

Mereka para pelaku barang haram itu menjalani proses hukum juga menjalani rehabilitasi di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten. Selain itu, dirinya berharap Pemda Lebak menyediakan tempat Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK).

“Kami memproses hukum bandar dan pengedar juga untuk pemakai dilakukan  rehabilitasi sebanyak 21 orang,” ujarnya.

Menurut dia, pengungkapan jaringan narkoba itu melalui penyelidikan dan pengembangan petugas di lapangan juga laporan dari masyarakat.

Keberhasilan pengungkapan itu karena kerja keras petugas untuk memberantas narkoba yang bisa menghancurkan masa depan generasi bangsa.

Bahkan, pihaknya mengapresiasi petugas Satnarkoba di lapangan hanya tiga orang dengan wilayah Kabupaten Lebak cukup luas.

Kasat Narkoba Polres Lebak, Ajun Komisaris Polisi Ilman Robiana SH

“Kami minta berbagai kalangan masyarakat, termasuk tokoh dan pemuka agama dapat berpartisipasi untuk mencegah peredaran narkoba itu,” ungkapnya.

Ia mengatakan, selama ini peredaran narkoba di Kabupaten Lebak masuk kategori rawan dan peredaranya sudah masuk ke pelosok-pelosok desa. Sebab, wilayah Kabupaten Lebak juga berbatasan dengan Bogor, Sukabumi, Tangerang, Serang dan DKI Jakarta. Dimana di daerah itu merupakan  kartel- kartel narkoba.

Selain itu, pelaku narkoba kerapkali beroperasi di sekolah sehingga meresahkan masyarakat.

“Para tersangka  narkoba itu, kata dia, dikenakan pasal 112 ayat 1 atau pasal 127 Undang – undang 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 12 tahun penjara hingga hukumana mati,” tandasnya.

Penulis: R. Rencong

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru