Tuesday, July 23, 2024
BerandaHukum & KriminalPria Penganiaya Istri hingga Tewas di Pulogadung Statusnya Pegawai KAI

Pria Penganiaya Istri hingga Tewas di Pulogadung Statusnya Pegawai KAI

progresifjaya.id, JAKARTA –  Pria yang menganiaya istrinya hingga tewas di Pulogadung, Jakarta Timur, sudah diringkus polisi. Pria nyali cemen karena beraninya sama wanita itu dipamerkan wujudnya oleh Polres Metro Jakarta Timur kepada wartawan, Selasa, (2/7). Dia memakai baju tahanan warna biru dan tangannya terborgol.

Pria nyali cemen dimaksud itu berinisial AAW (27). Tapi buat status dia tidak cemen karena tercatat sebagai pegawai PT Kereta Api Indonesia (KAI). Saat wajahnya dipamerkan kepada wartawan, dirinya cuma tertunduk lesu dan malu sembari nguping penjelasan Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly tentang kasus dirinya.

Kapolres Nicolas dalam penjelasannya mengatakan, aksi AAW melakukan penganiayaan terhadap istrinya hingga tewas terjadi di rumah yang mereka tempati di Gang Asoka RT 007 RW 04 Pulogadung, Jakarta Timur, pada Minggu (30/6) sore. Korban dalam kondisi bugil dan mulut mengeluarkan darah ketika ditemukan.

Kanit Reskrim Polsek Pulogadung, AKP Wahyudi turut menambahkan, kasus ini sekarang ditangani sepenuhnya oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Timur.

“Karena itu kaitannya masuk di ranah KDRT, makanya perkaranya ditangani unit PPA,” kata AKP Wahyudi.

Terkait dengan kronologi perkara ini, Sekretaris RT 007, Hendra mengungkapkan, kejadian ini baru diketahui pihaknya setelah mendapatkan laporan dari orang tua pelaku. Ayah dari pelaku AAW melaporkan kejadian itu ke Ketua RT 007.

“Warga baru tahu sekitar jam 4 sore. Orang tuanya laporan ke Pak RT. Dia lari ngos-ngosan ke rumah. Ditanya Pak RT, ‘Bapak habis dari mana?’ Kata dia, ‘Saya mau laporan ke Pak RT, anak saya baru bunuh mantu saya’,” kata Hendra menirukan ucapan ayah pelaku, Senin (1/7).

Dia mengatakan juga, si ayah dihubungi pelaku sekitar pukul 14.00 WIB. Dari situ dia bersama tiga orang anggota keluarganya langsung menuju rumah pelaku.

“Jadi keluarga ada empat orang, dua motor. Jadi satu orang lapor, tiga jaga di sana. Warga datanglah itu, ramai jadinya,” kata Hendra lagi. (Bembo)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru