Tuesday, June 25, 2024
BerandaKesehatanProgram Pembagian Susu dan Makan Siang Gratis bagi Pelajar Dinilai Kurang Tepat...

Program Pembagian Susu dan Makan Siang Gratis bagi Pelajar Dinilai Kurang Tepat untuk Atasi Masalah Stunting

progresifjaya.id, JAKARTA – Ketua DPP PKB, Dita Indah Sari mengkritisi program pembagian susu dan makan siang gratis bagi anak-anak sekolah hingga jenjang SMA yang menjadi program calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto. Disebut menjadi salah satu program untuk mengatasi masalah stunting di Indonesia, Dita malah merasa hal ini kurang tepat.

Menurut Dita, Kementerian Kesehatan menyampaikan ada 11 bentuk intervensi yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah stunting. Disebutkan masa paling penting adalah selama masa kehamilan ibu dan 1.000 hari pertama.

“Kalau pak Prabowo bilang sampai anak SMA dikasih makan siang, itu kan jadi 1.000 hari pertama sampai ribuan hari selanjutnya, beribu-ribu hari selanjutnya. Itu kemudian tidak efektif lagi,” kata Dita dalam Talkshow Gen Z Memilih episode 58: Talkshow dan Nobar Debat Kelima Capres-Cawapres 2024 di kanal YouTube IDN Times pada Minggu (4/2/2024).

Dita juga menyoroti tidak ada opsi intervensi lain yang diusulkan Prabowo. Beberapa contoh disebutkan Dita bisa menjadi langkah lanjutan, mulai dari penyediaan air bersih, edukasi terhadap keluarga, hingga apa saja makanan sehat dengan harga terjangkau.

“Hal itu ga ada, seluruhnya berpusat pada makan siang gratis sepanjang tahun, dari mulai lahir sampai SMA,” ujar Dita.

Debat kelima Pilpres 2024 berlangsung di JCC pada Minggu (4/2/2024) malam. Adapun tiga tema besar yang akan dibawa dalam debat kelima adalah kesejahteraan sosial, pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan inklusi.

Sub tema yang diturunkan dari tiga tema besar tersebut adalah pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, kebudayaan, teknologi informasi, serta kesejahteraan sosial dan inklusi. (Red)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru