Thursday, June 13, 2024
BerandaTNI/PolriPunya 256 Rekening, Harta dan Sumber Kekayaan Panji Gumilang Jadi Pertanyaan

Punya 256 Rekening, Harta dan Sumber Kekayaan Panji Gumilang Jadi Pertanyaan

progresifjaya.id, JAKARTA – Pimpinan Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang, diketahui memiliki 256 rekening atas namanya dan 33 lainnya atas nama yayasan. Banyaknya rekening yang dimiliki Panji Gumilang membuat pihak terkait menduga ada aktifitas pencucian uang.

Koordinator Kelompok Hubungan Masyarakat PPATK Natsir Kongah menjelaskan terkait tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“PPATK sejauh ini sudah memblokir 256 rekening terkait atas nama Panji Gumilang, memakai nama yang hampir sama, tetapi isinya berbeda. Kemudian ada 33 rekening atas nama yayasan,” katanya.

Natsir menjelaskan bahwa proses pencucian uang sebagai tindak pidana dengan menempatkan uang ke dalam sistem keuangan.

Mengacu pada alasan ini, harta dan sumber kekayaan Panji Gumilang pun menjadi pertanyaan. Selain Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang diketahui memiliki usaha galangan kapal yang terletak di Jalan Kertawinangun Blok Cibiuk Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Usaha galangan kapal milik Panji Gumilang ini beroperasi di bawah naungan PT Pelabuhan Samudra Biru Mangun Kencana. Tak tanggung-tanggung, perusahaan ini langsung dikomandoi oleh Panji Gumilang sendiri.

Galangan kapal itu dilengkapi dengan mesin dan peralatan untuk membangun kapal. Saat ini, galangan kapal milik Panji Gumilar membangun 2 unit kapal nelayan berukuran 600 gross ton (GT).

Meski memiliki usaha galangan kapal dan lainnya, namun Ponpes Al Zaytun bisa dikatakan sebagai sumber uang paling besar untuk Panji Gumilang. Ponpes ini memiliki penampakan fisik yang sangat megah.

Ponpes pimpinan Panji Gumilang ini menjadi bangunan termegah di banding dengan bangunan di sekitarnya. Di dalam kawasan itu terdapat taman, masjid, stadion, dan lainnya. Ponpes Al Zaytun juga memiliki Danau Tirta Kencana yang lokasinya bersebelahan dengan Taman Setan Al-Zaytun. Secara garis besar, kompleks pondok pesantren ini disebut berdiri di lahan seluas 1.200 hektar.

Layaknya beberapa Ponpes di Indonesia, Al Zaytun juga menetapkan biaya untuk santri yang ingin belajar di pondok pesantren tersebut. Berikut adalah biaya Ponpes Al Zaytun di berbagai jenjang pendidikan:

Jenjang SD/MI

Kelas 1: biaya total Rp7.355.000

Kelas 2: biaya total Rp7.356.000

Kelas 3: biaya total Rp8.098.000

Kelas 4: biaya total Rp7.925.000

Kelas 5: biaya total Rp7.945.000

Kelas 6: biaya total Rp8.387.000

Jenjang SMP/Mts

Skim 1 (lunas): USD 3.500 + Rp4.079.000

Skim 2 (3 tahunan): USD 2.275 + Rp4.079.000

Skim 3 (tahunan): Rp15.454.000

Skim 4 (semesteran): Rp9.766.500

Skim 5 (bulanan): Rp6.922.751.

Meski harganya tidak murah, namun Ponpes Al-Zaytun tetap ramai peminat. Dilansir dari data Kemendikbud, Ponpes A-Zaytun saat ini memiliki 866 siswa laki-laki dan 878 siswa perempuan.

Sumber kekayaan yang lain tak berhenti sampai di situ, Al-zaytun juga diduga terafiliasi dengan kelompok NII. Organisasi ini kerap menggalang dana berkedok sedekah.

Jika dugaan terbukti, itu artinya sumber kekayaan Panji Gumilang juga bersumber dari NII. Tapi semua masih dalam proses penyidikan. (Red)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru