Sunday, July 14, 2024
BerandaKesehatanRelawan Catat Lima Masalah Kesehatan Dialami Masyarakat Badui

Relawan Catat Lima Masalah Kesehatan Dialami Masyarakat Badui

progresifjaya.id, LEBAK – Sahabat Relawan Indonesia (SRI) mencatat ada lima masalah kesehatan yang dialami masyarakat kawasan pemukiman Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, karena buruknya pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Koordinator SRI Muhammad Arif Kirdiat di Rangkasbitung, Kamis (29/12), mengatakan, lima masalah kesehatan itu adalah tuberkulosis atau Tb, tingginya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB), kasus gigitan ular, penyakit kulit dan darah tinggi.

Ia menjelaskan, tingginya AKB dan AKI itu akibat ada komplikasi hingga terjadi pendarahan saat persalinan. Sementara penyakit kulit menyerang masyarakat Badui, karena ada kebiasaan warga yang terkadang pakaiannya tidak diganti hingga berhari-hari.

Selanjutnya, sering kasus gigitan ular tanah karena masyarakat Badui setiap hari melakukan kegiatan di ladang tanpa menggunakan pelindung kaki sehingga terkadang bisa ular bisa membuat warga mengalami kematian.

Dan munculnya kasus penyakit darah tinggi atau hipertensi karena buruknya pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Kita memberikan pelayanan kesehatan secara gratis bagi masyarakat Badui guna meningkatkan derajat kesehatan mereka,” terangnya.

SRI memiliki Posko Kesehatan Desa (Poskesdes) untuk melayani masyarakat Badui tersebar di Posko Nangerang dan Ciboleger karena lokasinya di perbatasan dengan warga luar Badui.

Petugas medis dari SRI setiap hari melakukan pelayanan pengobatan dan perawatan di dua posko tersebut dengan rata-rata kunjungan sebanyak 25 pasien warga Badui. Oleh karena itu, pihaknya mengutamakan ketersediaan obat-obatan untuk penanganan penyembuhan lima penyakit tersebut.

Ia menyebutkan, relawan SRI juga melakukan rujukan ke RSUD Banten untuk pengobatan dan perawatan warga jika tidak bisa ditangani di tingkat Puskesmas.

Kebanyakan pasien yang dirujuk itu dengan menyertakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), karena mereka tidak memiliki BPJS bantuan pemerintah.

“Kami bergerak cepat merujuk pasien warga Badui dengan menggunakan mobil ambulans sendiri jika kondisinya sudah parah untuk menyelamatkan jiwa mereka,” tandasnya. (R. Rencong)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru