Friday, July 19, 2024
BerandaBerita UtamaRevitalisasi Kota Tua Molor

Revitalisasi Kota Tua Molor

progresifjaya.id, JAKARTA – Ironis proyek Revaitalisasi Kota Tua yang diharpakan unsur pimpinan di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bisa terselesaikan di akhir Mei hingga akhir Juli. Ironisnya  hingga pekan pertama Agustus akan berakhir di sejumlah titik masih nampak amburadul belum terselesaikan.

Molornya program Revitalisasi Kota Tua  menimbulkan berbagai macam opini dari sejumlah warga, dan menganggapnya keterlambatan itu akibat dari minimny komunikasi antar lembaga terkait.

Keterlambatan Revitalisasi Kota Tua diakui Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho, menurutnya, revitalisasi yang ditargetkan selesai akhir Juli terlambat karena berbagai hambatan. “Proses revitalisasi hampir 97%. “Bahkan sekarang kenyataannya sudah hampir 97%, tinggal 3%-nya itu finishing,” tuturnya, Senin (1/8).

Lebih lanjut  Hari menuturkan, keterlambatan disebabkan oleh longsoran, sehingga untuk mengatasi adanya tanah longsor dibutuhkan waktu lebih dari sebulan untuk memondasi.

Kawasan Kota Tua sebelum di Revitalisasi. (Ist)

Selain itu, terlambatnya proses revitalisasi juga karena adanya perubahan rencana pada rancangan. “Kenapa ada keterlambatan begitu, tentunya di luar kayak force mayor itu kayak harusnya pondasi dulu, itu dulunya pakai pondasi dangkal, tanahnya longsor ternyata ada semacam longsoran gitu, makanya dibikin menjadi pondasi dalam, akhirnya membutuhkan waktu sebulan lebih, setelah selesai ini, ada beberapa rancangan juga, ada sedikit perubahan dari rencana,” tutur Hari.

Hari menambahkan, sampai saat ini, pihaknya masih menunggu rencana yang belum selesai, disisi lain dijelaskannya bahwa keterlambatan memang terjadi karena adanya sedikit perubahan rencana. “Bukan keterlambatan dari si pihak kontraktor ataupun dari kita, tapi memang rencana ada sedikit perubahan yang memang membuat agak sedikit lama, jadi mulai dari desain pondasi, Karena ada gali longsor itu tadi, terus desain bangunan ada perubahan dari konsultan perencana, itu hambatan-hambatannya,” imbuhnya.

Editor: Asep Sofyan Afandi

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru