Saturday, June 15, 2024
BerandaBerita UtamaRumah Nenek Pejuang Kemerdekaan Rusak Berat Akibat Dilintasi Truk Besar Milik Perusahaan...

Rumah Nenek Pejuang Kemerdekaan Rusak Berat Akibat Dilintasi Truk Besar Milik Perusahaan Cina, Jawaban Wali Kota Jambi Sangat Mengejutkan

progresifjaya.id, JAMBI – Beredar video seorang remaja putri yang berjuang mencari keadilan untuk nenek pejuang kemerdekaan Republik Indonesia. Momen remaja putri mencari keadilan untuk neneknya itu terekam kamera dan viral di media sosial.

Lewat akun Instagram @kabarnegri.official, remaja putri itu membagikan ceritanya. Rupanya, remaja putri itu merupakan cicit dari nenek yang dikabarkan merupakan pejuang kemerdekaan Republik Indonesia.

Remaja putri yang diketahui bernama Fadia itu meminta bantuan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo untuk menyelesaikan kasus rusaknya rumah neneknya.

“Kepada yang mulia bapak Presiden RI, Joko Widodo. Saya Fadia, cicit dari nenek Hafsah, seorang pejuang kemerdekaan RI,” tuturnya.

“Demi keadilan, meminta kepada bapak Jokowi, jika bapak bisa memperbaiki jalan rusak di Lampung karena viral, tolong pak tegakkan keadilan yang selama puluhan tahun nenek kami cari tapi ternyata keadilan yang sudah hilang dari negeri ini,” sambungnya.

“Nenek kami Hafsah di Jambi. Beliau adalah seorang pejuang kemerdekaan RI.” paparnya.

“Rumah dan sumurnya dirusak oleh perusahaan China yamng tak bertanggungjawab. Terus menerus menjalani hampir sepuluh tahun akibat kebijakan dari Wali Kota Jambi Syarif Fasha,” ungkapnya.

Sebelumnya, dalam video yang diunggah @unikinfo_id, pada awal Mei, ia menjelaskan bahwa dirinya akan membahas soal rusaknya rumah nenek Hafsah.

Ia mengatakan, nenek Hafsah tersebut adalah seorang veteran yang tersakiti. Nenek tersebut memiliki rumah yang sudah berdiri sejak 1960 jauh sebelum perusahaan China ada. Lambat laun, akhirnya perusahaan China itu akhirnya berdiri.

Lalu, Fadia mengatakan usai adanya perusahaan China itu, lewatlah banyak kendaraan bertonase besar yang melintas di lorong warga. Vadya lalu memperkenalkan Wali Kota Jambi.

“Inilah Wali Kota Jambi bapak Syarif Farsha. Hai pak, karena kebijakan bapak rumah nenek saya rusak,” ucap Vadya.

Selanjutnya, angkutan mobil bertonase besar melintas di lorong warga.

“Lihat, selama puluhan tahun mobil ini melintas apa gak rusak itu rumah? Lawak kau,” ucap Vadya lagi.

Pada kesempatan itu, Fadia menyebut jika berdasarkan keterangan Kapolsek dan Kasatlantas Jambi Timur, jalan yang dilalui hanya berkapasitas 5 ton. Tapi karena Wali Kota Jambi, Syarif Farsha yang mengizinkan sampai 20 ton bahkan melebihi dan melanggar Perda nomor 4 tahun 2017 tentang angkutan jalan.

“Mereka bekerja sama antara perusahaan China dengan Pemda Jambi untuk melanggar Perda tersebut,” kata Vadya.

Menurutnya, kerja sama itu berdasarkan perjanjian dengan nomor surat 02/PKS/HKU/2019. Fadia lalu mempertanyakan mengenai perusahaan China tersebut yang beralih fungsi menjadi distributor kayu untuk diekspor.

“Apakah ini tidak melanggar dan apakah ini tidak ada suap? Sekarang jadi pertanyaan perusahaan China ini yang seharusnya menjadi pembangkit listrik tenaga uap kenapa bisa menjadi produksi kayu dan dijual ke luar negeri?” tanya Fadia.

Lebih jauh, akibat dari melintasnya mobil bertonase besar yang melebihi kapasitas jalan, tak hanya membuat hutan gundul dan mengakibatkan rawan banjir dan longsor. Namun juga membuat rumah nenek Hafsah rusak. Berkali-kali nenek Hafsah memperbaiki rumah tersebut dengan uang pribadinya dan tanpa ada bantuan dari perusahaan tersebut.

Kemudian, Fadia menyebut jika DPR, Pemkot dan Wali Kota Jambi hanya pencitraan di media sosial tapi nyatanya semua itu kata Vadya kebohongan. Fadia lalu kembali bertanya mengenai adanya pelarangan batu bara di kota Jambi itu.

“Kenapa batu bara dilarang masuk dan bahkan didenda, sedangkan mobil besar yang bertonase besar sampai 20 ton masuk ke dalam kota bahkan melintas dijalan lorong warga tidak kalian larang,” tanya Fadia.

Fadia lalu berpersepsi jika Pemkot Jambi telah menerima upeti dari Perusahaan China itu sehingga tidak ada pelarangan apapun untuk aktivitasnya.

“Oh mungkin sudah ada upeti yang kalian terima dari perusahaan China itu,” ungkap Fadia

Pada kesempatan itu, Fadia juga menyinggung kinerja KPK yang selama ini diam atas adanya peristiwa itu.

“Halo bapak KPK, kinerja kalian apa sih?” tanya Vadya

“Hei pak, memperbaiki rumah berkali-kali itu menggunakan uang, bukan daun. Kalian menjabat hanya menyengsarakan masyarakat. Katanya pejabat bersekolah tinggi, tapi kenapa IQ kalian disini (di bawah),” pungkasnya.

Lantas, video Vadya itu kini viral di media sosial. Dukungan warganet pun terlihat menghias kolom komentar unggahan video Vadya itu.

“Ini kritik dengan baik, ikut pantau ah..,” tulis @diosetta.69

“Kawal mba ini jangan sampe ilang,” tulis @mutiahi

“Waktunya netizen yang budiman untuk bekerja,” tulis @sastromejotebe

“Walikota jambi main aman sampe sekarang, Segarkan biar nyusul sama Pak Dirjen Pajak?,” tulis @muhammadfadhil0910.

Ramai di Twitter

Selain di Instagram, kasus rusaknya rumah nenek Hafsah juga sempat ramai di Twitter.Video tersebut menyampaikan pesan terkait kondisi rumah seorang nenek Bernama Hafsah yang rusak akibat adanya aktifitas pengakutan kayu.

Dalam video yang diposting akun twitter alamsemesta_ @ny1nyun Rabu 1 Maret 2023, menceritakan kisah nenek Hapsah yang juga merupakan seorang pejuang meminta bantuan kepada presiden, menteri kehutanan dan lingkungan hidup, Gubernur Jambi Al Haris dan Walikota Jambi Syarifah.

Narasi di vedio tersebut menceritakan kondisi rumah nenek Hapsah yang rusak dan tidak ada tanggung jawab dari perusahaan meskipun rumah tersebut sudah pernah didatangi langsung Gubernur Jambi Al Haris pada Jumat 9 September 2022

“yang terhormat Bapak Gubernur Jambi Al Haris setelah kedatangan bapak meninjau ke rumah kediaman nenek kami Hapsah pada tanggal 9 September hari Jumat Tahun 2022 saat ini tidak ada tindak lanjutnya janji hanyalah tinggal janji,” ujar narasi dalam video tersebut.

Di video tersebut juga menyayangkan tindakan Walikota Jambi Syarif Fasha yang mengizinkan aktifitas pengangkutan kayu di daerah tersebut yang melebihi kapasitas jalan selain merusak rumah juga merusak ekosistem hutan

“Apakah cerita dan dongeng untuk memelihara hutan dan menjaga kelestarian hutan dan lingkungan hidup hanyalah sebatas slogan. Anda mempunyai mata dan telinga Lihatlah kondisi kami di sini. Apakah tidak mustahil kedepannya lama-kelamaan hutan hutan lindung ekosistem hutan di Jambi akan ditebang dan dirusak,” ujar suara narasi dalam video berdurasi 2.20 menit tersebut.

Selain vidoe tersebut ada video lain berupa rekaman Nenek Hafsah yang menceritakan penderitaanya akibat aktifitas PT Rimba Palma Sejahtera Lestari (RPSL).

Video pernyataan nenek Hafsah itu juga diposting oleh akun twitter alamsemesta_ @ny1nyun pada 27 Februari 2023. (Red)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru