Friday, July 19, 2024
BerandaBerita UtamaRusia Bangun Apartemen Tampung 43 Ribu Pengungsi Palestina

Rusia Bangun Apartemen Tampung 43 Ribu Pengungsi Palestina

progresifjaya.id, JAKARTA – Rusia mengumumkan membangun sebuah apartemen untuk menampung 43.000 pengungsi Palestina selama 6 bulan sebagai tindakan kemanusiaan, pada Minggu (23/6/2024).  Melansir rt.com, Rusia memang sudah lama memulai untuk membangun apartemen bagi para pengungsi Gaza, Palestina sejak Januari lalu.

Republik Chechnya yang mayoritas penduduknya Muslim di Rusia telah mulai membangun apartemen untuk menampung warga Palestina yang melarikan diri dari Gaza.

Pemimpin Republik Chechnya, Ramzan Kadyrov mengumumkan saat menghadiri acara peletakan batu pertama di area apartemen untuk para pengungsi tersebut pada Januari 2024.

“Dengan senang hati, saya mengucapkan selamat kepada para pemukim yang akan segera menerima rumah [baru]. Saya menekankan bahwa kami akan terus memberikan bantuan dan dukungan komprehensif,” katanya di Telegram, dilansir rt.com, Minggu (23/6/2024).

Proyek ini didanai melalui badan amal regional, dan Chechnya sejauh ini telah menampung banyak warga Palestina yang melarikan diri dari pertempuran antara Israel dan Hamas. Meski begitu, pengungsi di Rusia belum bisa dipastikan keamanannya lantaran masih masifnya konflik Rusia dengan Ukraina.

Seperti diketahui, Rusia hingga saat ini masih mengalami konflik dengan Ukraina. Rudal terus diluncurkan dari dan ke antar kedua negara sejak perang pecah pada Februari 2022 lalu.

Kementerian Pertahanan Rusia baru saja mengumumkan bahwa telah berhasil menghancurkan 33 drone Ukraina di wilayah Distrik Federal Pusat Rusia semalam, sebagian besar di antaranya berada di wilayah Bryansk.

Sementara itu, juru bicara resmi Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova mengatakan akan mengambil semua tindakan untuk menghilangkan kesempatan pemerintah Kyiv untuk melancarkan serangan terhadap fasilitas energi.

“Sifat sistematis serangan Ukraina terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporozhye dan fasilitas energi Rusia lainnya memperlihatkan kecenderungan yang disengaja, yang bertujuan untuk menimbulkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki Rusia dan menciptakan risiko bencana yang akan membahayakan keamanan negara,” ujarnya. (Red/rt.com)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru