Wednesday, May 29, 2024
BerandaHukum & KriminalSakit Hati Diancam dan Dimaki Kata Kotor Jadi Alibi Nico Bunuh Wanita...

Sakit Hati Diancam dan Dimaki Kata Kotor Jadi Alibi Nico Bunuh Wanita Open BO

progresifjaya.id, JAKARTA – Entah pikiran apa yang saat itu merasuki otak Nico Yandri Putra (28), hingga tega membunuh RN (34), wanita open booking out (BO) yang dalam hitungan menit baru selesai dikencaninya hingga orgasme.

Menurut Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra dalam keterangan resminya, tersangka dan korban awalnya dipertemukan berkenalan lewat aplikasi MiChat.

“Pada Selasa, 9 April 2024, pukul 23.30 WIB, tersangka mencari teman kencan atau cewek open BO melalui aplikasi MiChat. Pada saat itu, tersangka melakukan pemesanan di tempat kos-kosan di Jalan Raya Perjuangan, Bekasi Utara, Kota Bekasi,” papar Kombes Pol Wira di Polda Metro Jaya, Kamis, (25/4) kemarin.

Dari aplikasi tersebut, dia meneruskan, tersangka menemukan akun korban dengan nama samaran ‘Karin’. Setelah saling melakukan SSI (speak-speak iblis), keduanya pun sepakat berkencan dengan argo short time Rp300.000.

Korban kemudian menemui tersangka di kosannya pada Rabu, 10 April 2024. Setelah usai berkencan, korban lalu meminta tarif tambahan Rp100.000.

“Permintaan tersebut ditolak tersangka. Tapi tersangka beralibi merasa tak nyaman dan kesal karena korban saat itu mengancamnya akan memanggil abang-abangnya,” kata Kombes Pol Wira.

“Karena tersangka menolak membayar Rp100.000, korban mengancam tersangka dan memaki dengan kata kasar. Ini yang membuat tersangka sakit hati hingga spontan gelap mata menjerat leher korban dengan tali sepatu hingga tewas,” imbuhnya.

Setelah mengetahui korban tewas, akal sehat tersangka pun terhenti total karena panik kebingungan. Dengan pikiran pendek seadanya, tersangka lalu memasukkan mayat korban ke dalam dus besar dan membawanya ke jembatan besi dengan motor.

Sesampainya di sana, dus berisi mayat korban langsung dilempar ke Kali Bekasi dan hanyut terbawa air. Dus tersebut baru ditemukan tiga hari kemudian di Dermaga Ujung Pulau Pari, Kepulauan Seribu, dengan kondisi mayat korban sudah membusuk kehitaman. (Bembo)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru