Saturday, June 15, 2024
BerandaOpiniSalah Perhitungan

Salah Perhitungan

Oleh: DR., drs. Mukhtadi El Harry

Jokowi adalah presiden luar biasa diakhir masa jabatannya tidak mengalami lame duck, bahkan masih power full. Beda jauh dengan presiden-presiden lainnya termasuk Pak Harto sang penguasa 32 tahun.

Kejadian ganjil ini mengusik pikiran ku untuk mencermati lebih jauh. Pak Harto di akhir masa jabatannya ditinggalkan para taipan yang dulu dikenal dgn 9 naga, karena saat itu hampir tidak ada proyek 9 naga yang belum terselesaikan.

Jadi, 9 naga yang selama ini dibesarkan Pak Harto, dengan santainya lenggang kangkung meninggalkan Pak Harto dan lebih memilih melirik calon pemimpin yang baru, istilahnya habis manis sepah dibuang. Jangankan 9 naga, orang-orang terdekat di jajaran kabinetnya pun meninggalkannya.

Di era Jokowi, justru kebalikannya, begitu banyak proyek strategis yang dikhawatirkan tidak akan bisa terselesaikan kalau pemimpinnya bukan Jokowi, maka para oligarki sangat berkepentingan untuk mempertahankan Jokowi demi menyelamatkan berbagai kepentingan oligarki. Sebut saja proyek IKN dan lain sebagainya.

Secara logika sulit diteruskan karena proyek tersebut terindikasi bukan sesuatu yang urgen lebih kental kepentingan oligarki dari pada kepentingan rakyat. Inilah oligarki salah perhitungan, kurang bisa membaca suasana politik, mungkin  prediksinya kondisi tidak akan berubah sedrastis ini.

Hembusan angin politik begitu kencangnya mengancam keberlangsungan kepentingan oligarki. Maka para oligarki dengan segala upayanya berusaha mengendos Jokowi demi melindungi kepentingan berbagai proyeknya yang terancam gagal.

Berbagai strategi dicoba, dari tiga periode, perpanjangan, cawe-cawe memaksakan anak yang belum punya pengalaman apa-apa mau dijadikan cawapres, bahkan isunya mantan Presiden akan rela jadi cawapres, yang penting bisnis oligarki aman.

Dilain pihak Jokowi pun menghadapi dilematis, seandainya terpilih Presiden yang bukan orangnya, maka sangat mungkin Jokowi dan kroninya berakhir tragis. Oligarki dan Jokowi diakhir masa jabatannya sedang berjuang sampai titik darah penghabisan, harapannya cuma satu, yaitu Oligarki dan dirinya selamat. Tapi sepertinya harapan tersebut sulit terpenuhi.

Sebagian rakyat sudah banyak yang jenuh dengan kondisi seperti ini. Tanda kongkritnya, meskipun lembaga survei mengatakan tingkat kepuasan terhadap Jokowi tinggi tapi pro kontra mewarnai kehidupan sehari hari, bahkan sekarang tindakan kekerasan ada dimana-mana, yang kesemuanya tidak bisa diabaikan begitu saja.

Salam NKRI

Penulis adalah Pemerhati Masalah Sosial

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru