Sunday, July 14, 2024
BerandaBerita UtamaSanggar Kasunyatan Anjungan Banten TMII Jadi Sarana Warga Mengenal, Belajar, dan Melestarikan...

Sanggar Kasunyatan Anjungan Banten TMII Jadi Sarana Warga Mengenal, Belajar, dan Melestarikan Seni Budaya Tradisional

progresifjaya.id, JAKARTA – Seiring pesat dan terus berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan  teknologi modern saat ini, tak ayal generasi muda pun ikut dimanjakan berbagai arus  budaya modern, termasuk budaya modern dari luar yang seakan tanpa batas.

Rupanya, bagi sejumlah anak di wilayah Jakarta masih banyak pula yang memiliki rasa dan tanggung jawab terhadap keberadaan seni tradisional milik bangsa yang begitu banyak keanekargamannya untuk mereka pelajari, cintai dan mepertahankan keberadaanya lewat wadah pembinaan sekaligus pengembangan atas keberadaan seni budaya tradisional di tanah air.

Anjungan Banten Tanan Mini Indonesia Indah


Salah satunya Sanggar Kasunyatan yang bermarkas di Anjungan Banten TMII (Taman Mini Indonesia Indah), puluhan anak dari mulai usia dini hingga remaja dengan rasa senang penuh semangat belajar serta berlatih tari tradisional asal daerah Banten setiap pekan.

Mereka datang dari berbagai wilayah di tanah air seperti Sumatera, Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Papua hingga Aceh ini, dengan serius, senang, gembira dan bangga berlatih dibawah bimbingan salah seorang instruktur tari asal wilayah Pandeglang, di halaman Anjungan Banten, TMII, Minggu (20/6/2021).

Taufik Saleh salah seorang petugas Anjungan Banten, TMII kepada progresifjaya.id menuturkan, kegiatan pengenalan, dan latihan seni tradisional Banten banyak diminati masyarakat termasuk seni tari yang berada dibawah binaan Sanggar Kasunyatan.

“Kegiatan Sanggar dilakukan seminggu sekali di hari Minggu. Jumlah pesertanya juga lumayan banyak peminat, pihak Sanggar membagi tiga kelompok yakni kelompok setibgkat TK (Taman Kanak-Kanak, SD (Sekolah Dasar) dan setingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama), pesertanya juga dari berbagai daerah,” tuturnya, Minggu (20/6/2021).

Taufik Saleh petugas Anjungan Banten TMII siap membantu warga yang ingin mendapat penjelasan terkait seni budaya Banten setiap berkunjung di Anjungan Banten


Taufik juga menuturkan, berbagai kegiatan di Anjungan Banten sempat terhenti akibat Pandemi Covid-19, dan baru kembali  dibuka dalam tiga pekan ini dengan penerapan Prokes  (Protokol Kesehatan).

“Sebelum Covid-19 di Anjungan Banten selain dijadikan markas tetap Sanggar Kasunyatan, kerap juga dikunjungi warga yang ingin mengenal Budaya Banten. Bahkan di Anjungan Banten kerap juga dijadikan tempat pertemuan, perpisahan sejumlah lembaga pendidikan termasuk penelitian dari sejumlah Akademisi. Bahkan terkadang banyak turis mancanegara berkunjung,” terangnya.

Sementara itu, sejumlah warga yang sempat nengunjungi Anjungan Banten di TMII menyayangkan keberadaannya.

” Kami menyayangkan keberadaan Anjungan Banten terkalu kecil, padaha Banten itu memiliki banyak seni budaya termasuk sejarahnya juga mendunia. Sayang sekali lokasi AJB itu sempit, dan koleksinyapun mini sekali.Padahal kami berkunjung ingin tahu berbagai Khas seni budaya Banten diantaranya Debus, Rampak Bedug, Baduy, Kesenian Dodod, Adat Banten termasuk makanan khas Banten seperti, Engsod (Krupuk Singkong), Keceprek, Apem Putih, Sate Bandeng, Getuk Balok, dan banyak lagi yang lainnya,” imbuhnya.

Penulis/Editor: Asep Sofyan Afandi

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru