Friday, July 19, 2024
BerandaBerita UtamaSatukata Institute Minta Kapolda Sulsel Pecat Oknum Anggota Pelaku Pelecehan Sex

Satukata Institute Minta Kapolda Sulsel Pecat Oknum Anggota Pelaku Pelecehan Sex

progresifjaya.id, JAKARTA –  Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel), Irjen Pol Setyo Budi Harso Moempoeni, didesak agar memecat oknum anggota polisi yang diduga menjadi pelaku pelecehan seksual terhadap seorang tahanan perempuan di ruang Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polda Sulsel.

“Terduga pelaku harus diproses kode etik dan dihukum maksimal, yaitu Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH),” kata Direktur Satukata Institute, Joko Sriyono, dalam keterangan tertulis, Senin (21/8/2023).

Diinformasikan, seorang anggota berpangkat Briptu berinisial S yang bertugas di Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Sulsel telah melakukan pelecehan seksual kepada korban seorang tahanan perempuan berisinial FM, pada akhir Juli 2023. Pelaku diduga melakukan perbuatan tak senonoh itu dalam keadaan mabuk akibat mengkonsumsi minuman keras (miras).

Joko menambahkan, oknum anggota polisi itu juga harus diproses hukum pidana dengan jeratan pasal berlapis KUHP dan Tindak Pindana Kekerasan Seksual (TPKS).

“Satukata juga meminta ditambah dengan pemberatan hukuman, karena pelaku seorang polisi yang seharusnya menegakkan hukum, bukan sebaliknya,” kata Joko.

Bukan hanya itu, Satukata Institute juga mendesak pemeriksaan terhadap anggota lain yang bertugas jaga pada saat kejadian.

“Pemeriksaan juga harus dilakukan terhadap atasan yang bersangkutan. Karena, bisa jadi ada pembiaran. Untuk mengetahui ada pembiaran atau tidak, maka harus diperiksa semuanya,” kata Joko.

Ia menambahkan, seharusnya ada upaya mencegah terjadinya eksploitasi seksual terhadap tahanan tersebut, apalagi di sekitar ruangan tahanan ada kamera pengintai atau CCTV yang seharusnya dipantau setiap saat.

Yang lebih aneh lagi, lanjut Joko, jika benar Briptu S benar-benar dalam keadaan mabuk miras saat berdinas, ini harus menjadi catatan dan evaluasi tersendiri bagi Kapolda Sulsel.

Menurut Joko, tindakan oknum anggota polisi itu sudah keterlaluan serta merendahkan martabat wanita hingga dampak buruknya mencoreng nama baik institusi kepolisian.

“Karena itu Satukata Institute mendesak pemecatan terhadap anggota nakal dan mencoreng nama baik institusi,” kata Joko.

Penulis/Editor: Asep Sofyan Afandi

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru