Sabtu, April 13, 2024
BerandaTNI/PolriSebanyak 400 KK dari Desa Palimanan Timur Terima BPNT ke-3 Selama Pandemi...

Sebanyak 400 KK dari Desa Palimanan Timur Terima BPNT ke-3 Selama Pandemi Covid-19

progresifjaya.id, KAB CIREBON –  Masyarakat Desa Palimanan Timur (Paltim), Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, kembali menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang ke-3 selama pandemi Covid-19.

Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) adalah bantuan sosial pangan dalam bentuk non tunai dari pemerintah  pusat melalui Kemensos yang diberikan kepada masyarakat setiap bulannya melalui mekanisme akun elektronik yang digunakan hanya untuk membeli bahan pangan di pedagang bahan pangan atau e-warung yang bekerjasama dengan bank.

Bantuan ini akan diserahkan langsung ke sebanyak kurang lebih 400 Kepala Keluarga (KK), warga Desa Palimanan Timur. Salah satu staf Pemerintahan Desa Palimanan, Ferial mengatakan, BPNT yang turun saat ini sudah yang ke-3 kalinya.

“Bantuan ini sudah ke-3 kali kami terima, dan akan kami bagikan langsung  ke warga desa yang sudah terdaftar nama penerimanya,” ucap staf Pemdes paltim, Ferial.

Bukan hanya warga tak mampu saja yang memperoleh bantuan BPNT sambung Ferial, bantuan ini juga meluas bagi warga yang terdampak Covid-19.”Ini pengambilanya di e warung atau agen yang ditunjuk di setiap desa,” jelasnya saat dikonfirmasi melalui pesan aplikasi Whasapp pada Selasa (16/6/2020).

Pemerintah Desa Paltim melalui stafnya, menjelaskan, bantuan ini diberikan secara meluas yang terdampak Covid-19 dan yang terkena PHK akibat pengurangan di masa pandemi.

“Kalau BPNT perluasan itu lebih ke yang terkena dampak covid. Contohnya, yang tadinya kerja terus di-PHK dan yang tadinya usahanya lancar sekarang berkurang atau sepi, mereka yang berhak mendapatkan,” jelasnya.

Saat ditanya bagi warga yang mampu, dia juga menjelaskan bagi masyarakat yang mampu meskipun sama-sama mengalami dampaknya akibat pandemi ini pihaknya lebih bercondong untuk yang lebih membutuhkan.

“Katagori mampu itu yang masih memiliki aset banyak atau kendaraan beroda empat. Nah kita nggak berikan bantuan karena dampaknya tidak begitu mengena. Beda kayak tukang becak,  pedagang kelontong kecilan, dan orang yang bekerja sekarang dirumahkan,” pungkasnya.

Penulis: Slamet

Editor: Hendy

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru