Wednesday, May 29, 2024
BerandaHukum & KriminalTersangkut Kasus Revenge Porn, DJ East Blake Ditangkap dan Ditahan di Polres...

Tersangkut Kasus Revenge Porn, DJ East Blake Ditangkap dan Ditahan di Polres Metro Jakarta Utara

progresifjaya.id, JAKARTA – Buntut kenekatan menyebar foto dan video porno mantan kekasihnya ke media sosial, DJ East Blake  alias Achmad Risaldi Saut ditangkap polisi dan kini ditahan di Polres Metro Jakarta Utara.

Ikhwal cerita kasus DJ East Blake berawal dari laporan mantan kekasihnya, ARP ke Polda Metro Jaya. Dia dilaporkan atas dugaan menyebarkan foto dan video porno ARP ke media sosial.

Menurut informasi yang didapat, pelapor selaku korban menerangkan bahwa korban dengan terlapor menjalin hubungan pacaran. Selanjutnya karena terlibat masalah, korban meminta putus dengan terlapor.

Tak terima diputus, DJ East Blake lantas nekat menyebarkan foto dan video porno korban melalui akun Instagram korban. DJ East Blake juga memasang foto porno korban di sebagai foto profil di nomor WhatsApp miliknya.

“Karena merasa tidak terima, terlapor menyebarkan foto dan video korban yang bermuatan asusila di Instagram dengan nama akun @aulia******* dan memasang foto korban yang bermuatan asusila di profil WhatsApp terlapor,” sebut informasi yang didapat.

Karena merasa dipermalukan dan dirugikan, korban akhirnya melaporkan perbuatan DJ East Blake ke Polda Metro Jaya pada 20 April 2024.

Laporan tersebut kemudian dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Utara dan ditindaklanjuti dengan penangkapan DJ East Blake.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan dalam pernyataan resminya mengatakan, tersangka DJ East Blake sudah ditahan karena dugaan melakukan kejahatan revenge porn atau pornografi balas dendam.

“Iya sudah ditahan karena dugaan kasus revenge porn,” ujar Kapolres Gidion, Kamis, (2/5).

Kejahatan revenge porn adalah kejahatan menyebarkan video, audio, foto, maupun konten berbau seksual lainnya, tanpa seizin korban. Foto-foto atau video seks itu umumnya diambil saat masih berstatus dalam hubungan.

Revenge porn juga kerap digunakan untuk blackmail atau mengancam. Kerugian tidak hanya dari sisi finansial karena blackmail, tapi juga bisa menyasar psikologis seseorang.

Di Indonesia, pelaku revenge porn bisa terkena hukum Undang-Undang. Di antaranya dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 281, 282, serta 533 KUHP serta Pasal 406 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.

Bukan cuma itu. Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) juga bisa menjerat pelaku revenge porn sebagaimana tertuang pada Pasal 45 ayat (1) UU ITE.

Kejahatan revenge pornography juga dapat dikenakan sanksi berdasarkan Pasal 29 UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Sudah ada beberapa contoh kasus kejahatan revenge porn yang berakhir dengan vonis hukuman. Seperti kasus revenge porn Alwi Husen Maolana yang dijatuhi hukuman 6 tahun penjara. Alwi dinyatakan melanggar Pasal 27 ayat 1 UU ITE karena menyebar konten asusila korban. Vonis hakim juga mencabut hak Alwi bermain internet selama 8 tahun. (Bembo)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru