Jumat, Desember 9, 2022
BerandaHukum & KriminalSidang Dugaan Korupsi Pengadaan 18 Unit Pesawat, Keterangan Saksi Kuatkan Dakwaan Jaksa

Sidang Dugaan Korupsi Pengadaan 18 Unit Pesawat, Keterangan Saksi Kuatkan Dakwaan Jaksa

progresifjaya.id, JAKARTA – Penuntut Umum pada Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat melaksanakan sidang perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan 18 unit pesawat tipe jet Sub 100 seater kapasitas 90 seat jenis Bombardier CRJ-1000 pada tahun 2011 atas nama Terdakwa Setijo Awibowo, Albert Burhan, dan Agus Wahjudo dengan agenda pemeriksaan saksi yang dihadirkan oleh Penuntut Umum di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor, Senin (3/10)

Dalam pelaksanaan pengadaan pesawat Jet Bombardier CRJ-1000 tahun 2011 dan pesawat Turbopropeller ATR72-600 Tahun 2012 yang dilakukan oleh Emirsyah Satar selaku Direktur Utama, Hadinoto Soedigno selaku Direktur Teknik, bersama sama dengan Setijo Awibowo selaku VP Strategic Management Office (QP), Albert Burhan selaku VP Treasury Management (WF) dan Agus Wahjudo selaku Executive Project Manager (PB) dan selaku tim pengadaan serta Soetikno Soedarjo (Direktur PT. Mugi Rekso Abadi) dengan tidak sesuai Prosedur Pengadaan Armada (PPA) yang berlaku di PT. Garuda Indonesia, Tbk, dan melanggar Undang Undang BUMN serta prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang mengakibatkan armada pesawat tidak bisa dioperasionalkan/tidak layak terbang (Grounded) sehingga menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar USD609.814.504,00 atau ekuivalen senilai Rp8.819.747.171.352.

Adapun Saksi yang dihadirkan oleh Penuntut Umum sebanyak 4 (empat) orang atas nama :

  1. M. Jokoseno;
  2. Bayu Riyadi;
  3. Ardy Protoni Doda;
  4. Vera Yunita;

“Dalam persidangan tersebut pada pokoknya para saksi menyampaikan keterangan yang menguatkan dakwaan Penuntut Umum sesuai dengan yang terlampir dalam berita acara pemeriksaan saksi. Persidangan dijadwalkan akan dilanjutkan pada hari Rabu tanggal 5 Oktober 2022 dengan agenda persidangan Pemeriksaan Saksi yang dihadirkan oleh Penuntut Umum,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat melalui Kepala Seksi Intelijen Bani Immanuel Ginting, SH., M.H. (AT)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru