Tuesday, June 25, 2024
BerandaBerita UtamaHadir Di Jakarta Selatan SPBU HRS Pertama Di Indonesia Milik PLN Diresmikan

Hadir Di Jakarta Selatan SPBU HRS Pertama Di Indonesia Milik PLN Diresmikan

progresifjaya.id, JAKARTA – PT. PLN (Persero) resmikan SPBU(Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) Hydrogen Refueling Station (HRS) pertama di Indonesia, yang berlokasi di sekitar Jalan. Tentara Pelajar, Kelurahan Grogol Utara, Kecamatan. Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu, (21/2/2024).

“Saya mengucapkan selamat kepada PLN atas beroperasinya SPBU HRS yang pertama hadir, dan ada di Indonesia di wilayah Jakarta Selatan. Saya yakin lewat peresmian ini PLN menunjukkan karya nyata dan bukti konkrit energi hidrogen adalah keniscayaan bagi Indonesia”.

Hal ini diungkapkan, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jisman P Hutajulu, di sela-sela kegiatan presmian SPBU Hidrogen milik PLN Indonesia Power.

Istimewa

Di kesempatan yang sama, Senior Manager PT PLN Indonesia Power Kamojang POMU, Ibnu Agus Santosa, menuturkan selain HRS, pihaknya juga membangun Green Hydrogent Plant Geotherman Kamojang.

Menurutnya, PT. PLN berhasil melakukan uji coba operasi dan comissioning dengan memanfaatkan uap air kondensat dari siklus pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP). Kapasitas yang dihasilkan dari siklus tersebut adalah sekitar 4,3 ton per tahun.

“InsyaAllah ini green hydrogen pertama di Indonesia yang memanfaatkan energi geothermal powerplant. Kami siap mendukung transformasi energi menuju net zero emission 2060,”tutur, Ibnu Agus Santosa.

Sebelumnya, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menuturkan,  bahwa pembangunan HRS adalah hilir dari upaya perusahaan untuk mendorong tenaga hidrogen di Indonesia.

Lebih lanjut ditambahkannya, di hulu PLN sendiri telah meresmikan pengoperasian 21 Pembangkit Hidrogen Hijau (Green Hydrogen Plant) pada November 2023 lalu.

“Kami membangun hidrogen dari hulu yakni produksi di 21 pembangkit. Dalam hal ini, kami mampu memproduksi 128 ton green hydrogen selama setahun. Ini mampu memasok 430 mobil hydrogen fuel cell kalau dengan asumsi 100 kilometer per hari. Kami sudah membangun hulu, midstream, dan downstream di HRS,” imbuhnya.

Di sisi lain, menurut Dirut PLN, HRS belum beroperasi secara komersial, HRS baru bersifat pilot project agar PLN bisa mendalami pengunaan hidrogen sebagai bahan bakar alternatif. “Ini (HRS) hanyalah sebagai pilot project dengan tujuan bisa mendalami visibility secara teknis, visibility secara operasional, visibility secara komersial dan juga regulasinya seperti apa,” tandasnya.

Penulis/Editor: Asep Sofyan Afandi

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru