Sunday, July 21, 2024
BerandaHukum & KriminalUntuk Penyamaran, Markas Uang Palsu Rp22 Miliar di Srengseng Jadi Kantor Akuntan...

Untuk Penyamaran, Markas Uang Palsu Rp22 Miliar di Srengseng Jadi Kantor Akuntan Publik

progresifjaya.id, JAKARTA – Kasus peredaran uang palsu Rp22 miliar yang kabarnya akan dibarter uang asli disposal Bank Indonesia (BI) terus dikembangkan Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Selain sudah menangkap 4 tersangka dan masih memburu 4 DPO, juga disebutkan kalau markas sindikat ini di Srengseng, Jakarta Barat itu dioperasikan sebagai kantor akuntan publik untuk penyamaran.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra dalam penjelasan resminya 2 hari lalu mengatakan, tersangka M bertugas mencari tempat dan mendapatkannya di daerah Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat. Dia dibantu tersangka MDCF alias F yang kemudian menjadikannya sebagai kantor akuntan publik.

“Lokasi atau TKP di Srengseng yang jadi tempat penindakan penemuan uang palsu juga dijadikan sebagai kantor akuntan publik,” kata Kombes Pol Wira.

Dijelaskannya juga, uang palsu tersebut diproduksi di kawasan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Dari situ uang yang sudah tercetak kemudian diangkut ke Sukabumi, Jawa Barat.

Uang palsu senilai Rp22 miliar yang dibuat para tersangka ini berdasarkan pesanan pria inisial P yang kini jadi DPO. Kesepakatan para tersangka dengan DPO P seluruh uang palsu tersebut ditransaksikan seperempat harga dan akan dibeli DPO dengan harga Rp5,5 miliar.

“Baru kelar 50 persen produksi uang palsu masa sewa gudang di daerah Gunung Putri habis. Dari situ tersangka M pindah ke Villa Sukaraja Sukabumi dibantu tersangka Y dan FF untuk melanjutkan produksi uang palsu tersebut hingga rampung 100 person,” kata Kombes Pol Wira lagi.

Begitu produksi selesai, para tersangka pindah ke Srengseng Raya, Jakarta Barat membawa seluruh uang palsu yang diproduksi. Apesnya, belum lagi sempat ditransaksikan dengan DPO P setelah Idul Adha, sindikat ini keburu digulung duluan oleh Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Sebanyak 4 tersangka kasus ini sekarang sudah meringkuk di dalam sel Rutan Polda Metro Jaya.

Mereka adalah M, YA, FF, dan F. Sementara pengembangannya ada 4 DPO lagi yang kini sedang diburu. Ke 4 DPO itu adalah U sebagai pemilik kantor akuntan publik,  I sebagai operator mesin cetak serta P dan A yang jadi pembeli uang palsu tersebut. (Bembo)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru