Wednesday, May 29, 2024
BerandaBerita UtamaSelamat Tinggal Bata : Pabrik Ditutup, Ratusan Karyawan Terkena Dampak PHK

Selamat Tinggal Bata : Pabrik Ditutup, Ratusan Karyawan Terkena Dampak PHK

progresifjaya.id, PURWAKARTA – Pabrik sepatu Bata yang berlokasi di Purwakarta resmi ditutup. Ratusan pekerja pun terkena dampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dalam pernyataan resmi yang dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia pada Sabtu (4/5/2024), Corporate Secretary Bata, Hatta Tutuko, menyatakan  penutupan pabrik dilakukan per 30 April 2024.

Hatta menyebut PT Sepatu Bata Tbk  (BATA) telah melakukan berbagai upaya selama empat tahun terakhir di tengah kerugian dan tantangan industri akibat pandemi dan perubahan perilaku konsumen yang begitu cepat, namun bisnis tetap tidak bisa pulih.

“Perseroan sudah tidak dapat melanjutkan produksi di pabrik Purwakarta, karena permintaan pelanggan terhadap jenis produk yang dibuat di Pabrik Purwakarta terus menurun dan kapasitas produksi pabrik jauh melebihi kebutuhan yang bisa diperoleh secara berkelanjutan dari pemasok lokal di Indonesia,” tulis Hatta.

“Dengan adanya keputusan ini, maka Perseroan tidak dapat melanjutkan produksi di pabrik Purwakarta,” tambahnya.

Di sisi lain, dalam unggahan yang viral di media sosial, terekam ratusan pekerja pabrik berbondong-bondong meninggalkan tempat mereka mencari nafkah.

Para pekerja tersebut tampak berjalan ke arah luar pabrik sambil masih mengenakan seragam Bata mereka yang berwarna merah. Sang perekam video tampak beberapa kali mengucap kalimat perpisahan.

“Selamat tinggal Bata. Selamat tinggal Bata,” ungkapnya.

Pada keterangan postingan, tertulis bahwa penghentian operasional pabrik Bata di Purwakarta lantaran perusahaan mengalami kerugian. Disebutkan, permintaan konsumen terhadap produk sepatu Bata kian menurun.

Adapun, Bata telah menderita kerugian sebesar Rp 80,65 miliar pada periode Januari sampai September 2023, membengkak 294,76% dibanding rugi Rp 20,43 miliar pada Januari-September 2022.

Penjualan bersih Perseroan tercatat turun 0,42% menjadi Rp 488,47 miliar pada Januari sampai September 2023, dari Rp 490,57 miliar periode sama 2022. (Red)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru